Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution Resmi Daftar ke PDIP Maju Calon Wali Kota Medan

Haikal - Selasa, 03 Desember 2019 23:29 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122019/2849_Menantu-Presiden-Joko-Widodo--Bobby-Nasution-Resmi-Daftar-ke-PDIP-Maju-Calon-Wali-Kota-Medan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Menantu Presiden RI Joko Widodo, Bobby Nasution. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Medan,PESISIRNEWS.COM - BobbyNasution menantu Presiden Joko Widodo , akhirnya mendaftarkan diri ke DewanPimpinan Daerah (DPD) PDIP -Sumatera Utara (Sumut) untuk maju dalam pemilihan WaliKota Medan.

BACA JUGA :Kompolnas-Laksanakan-Kunjungan-Kerja-ke-Polres-Banjar

Bobbymengaku telah mempersiapkan diri. Selain itu, sang mertua yakni Jokowi pun takmempersoalkan keputusannya.

BACA JUGA :Lingkungan/Kurang-Air-Bersih--PT-GIN-Beri-Bantuan-Sumur-Bor-Ke-Masyarakat-Lahang-Hulu

"Kalaumasalah restu, pak Jokowi kan anak menantunya terserah mau jadi apa, mau kebisnis birokrat, profesional, terserah. Contohnya dulu istri saya mau daftarCPNS tidak ada intervensi dari mertua saya. Jadi memang tidak pernahmenekan," kata Bobby di Kantor DPD PDIP Sumut, Medan, Selasa (3/12).

Bobbymenerangkan telah lama mempertimbangkan mencalonkan diri dalam Pilkada Medan.Ia mengklaim memahami persoalan-persoalan di ibu kota Sumut tersebut.

"Kitamaju dengan persiapan mulai persiapan diri sendiri, melihat kemampuan dirisendiri sampai kita melihat masalah di Medan ini seperti apa. Kalau saya rasa,saya sendiri sudah memahami masalah Kota Medan, dan saya rasa saya bisamengendalikan masalah itu, baru saya mencalonkan diri saya sebagai bakal calon walikota," tuturnya.

MengenaiBakal Calon Wakil Wali Kota Medan nantinya, suami dari Kahiyang Ayu itumenyebutkan tergantung kebijakan dari partai. Walaupun begitu, dirinya berharapsosok lebih memahami bagaimana situasi atau permasalahan Kota Medan.

"Itukebijakan masing-masing partai untuk menjodohkan. Kita mendaftar komunikasikita sudah ke sekretaris. Untuk wakil, kita semua sudah sepakat lebih kekriteria, bukan siapanya. Kriteria siapanya yang pas menangani masalah diMedan. Jadi kalau wakil kita cari kriterianya," ungkapnya.

Bobbyberharap nantinya wakil yang akan dipasangkan dengannya lebih memahami masalahyang ada di Kota Medan. Harapan itu diungkapkan karena Bobby datang bukan darikelompok birokrat.

"Harusbisa saling memenuhi ya, karena saya bukan dari Birokrat. Saya baru pertamakali juga maju wali kota. Tugas kerja yang selama ini saya lakukan dari bisnis,sangat berbeda dengan memimpin sebuah kota. Tentu harus bisa men-support saya,harus tahu masalah Kota Medan," ungkapnya.

SelainPDIP, Namun untuk peluang koalisipengusung, kata Bobby, menjadi wewenang lintas partai.

"Sayasebagai bakal calon pastinya paham. Dari masing-masing parpol punya tahapan,ada pendaftaran, penjaringan, fit proper test, masalah koalisi itu pasti sudahwewenang lintas partai, bukan calon lagi," tuturnya.

Soal visimaju dalam Pilkada Medan, Bobby enggan menyampaikannya. Sebab untuk visi danmisi, menurut Bobby tentu harus mengetahui dahulu permasalahan yang ada di KotaMedan.

"Jadikemarin sudah melakukan pembukaan [rencana] di tingkat DPC PDIP, kita masihmempelajari juga, kita masih mencari tau dahulu sebenarnya masalah Kota Medanitu apa. Kalau kita sampaikan visi misi sekarang, berarti memaksakan apa yangkita ingin kan saja. Kita harus tahu masalahnya, solusinya, karena kitamelibatkan masyarakat bukan hanya kita sendiri," tutur Bobby.

Sementaraitu, Sekretaris DPD PDIP Sumut, Sutarto menyebutkan sekitar 179 nama sudahmendaftar di DPD PDIP Sumut.

Nama-namatersebut nantinya akan dikirim ke Jakarta, juga akan dilakukan survei untukmengetahui elektabilitas dan kualitas masing-masing bakal calon.

[ADNOW]

"Desemberkita survei nama-nama dan kita kirim ke DPP. Kita survei, lalu yang menjadisalah satu pertimbangan yakni hasil survei. Tentu mereka harus komitmen Pancasila,ideologi negara, Kebinekaan dan NKRI. Kita harap Desember Insyaallah itu padaulang tahun PDIP tanggal 10 Januari 2019 mungkin akan ada beberapa nama yangdipertimbangkan DPP untuk mengumumkan itu," paparnya.

PDIP sendirimemilik kader seperti Akhyar Nasution yang saat ini menjabat Plt Wali KotaMedan.

Akhyarbeberapa waktu lalu juga mendaftar penjaringan bakal calon Wali Kota Medan.Namun Sutarto tidak menjawab dengan tegas bagaimana peluang Akhyar. Ia mengakusemua bakal calon tetap harus mengikuti seluruh tahapan.

[MGID]

"Akhyarwakil Ketua PDIP Sumut kader ya, yang sekarang Plt Wali Kota Medan, beliausebagai kader tentu harus menjalankan programnya sebagai Plt Wali Kota. Terkaitpencalonan ke depan seluruh tokoh masyarakat mendaftar dari PDIP baik internalmaupun internal, tentu akan mengikuti seluruh mekanisme partai. Peluangnyatentu semua punya peluang," tegasnya.

Sunber :https://www.cnnindonesia.com


Tag:

Berita Terkait

Politik

Usai Pilkada, Mafirion Ajak Masyarakat Bersatu Melalui Sosialisasi Empat Pilar*

Politik

Pendidikan Budaya Politik di Kabupaten Indragiri Hilir Tingkatkan Kesadaran Politik Masyarakat

Politik

Fakta Baru Penembakan Donald Trump, Ini Identitas Pelaku

Politik

Wujudkan Kedaulatan Pangan, GNTI Riau Dukung PDI-P

Politik

Dewi Juliani : Pemilu Seharusnya Menjadi Kompetisi Ide dan Visi

Politik

Hari RRI, Dewi Juliani Beri Apresiasi Untuk Penyiar dan Kru