Rocky Gerung : "Gua Berkelahi Sama Munarman Walaupun dia Teman Gua

Haikal - Selasa, 03 Desember 2019 18:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122019/5448_Rocky-Gerung----quot-Gua-Berkelahi-Sama-Munarman-Walaupun-dia-Teman-Gua.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Rocky Gerung (monitor.co.id)

PESISIRNEWS.COM - Rocky Gerung menyebut jika ia pernahbertengkar dengan Munarman,. Munarman sendiri dulu sempat menjadi Juru BicaraFront Pembela Islam (FPI).

BACA JUGA :Kadispora-Kampar-Kunjungi-Kegiatan-Peningkatan-Kompetisi-Pembelajaran--PKP-

Dilansirdari Tribunnews.com, Minggu (1/12/2019), sebelum mengeluarkan pernyataaan itudi acara ROSI, Kompas TV beberapa waktu lalu, mulanya Rocky Gerung dan BudimanSudjatmiko membahas soal Surat keterangan terdaftar (SKT) yang masih dikajioleh Kementerian Dalam Negeri.

BACA JUGA :Selama-Operasi-Antik-Muara-Takus-Polres-Inhil-Mengungkap-16-Kasus--Tersangka-22-Orang-Satu-Oknum-Anggota-Polisi-dan-ASN-

MenteriDalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, SKT FPI masih terkendalaoleh Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

TitoKarnavian menyampaikan, pada AD/ART FPI masih termuat visi dan misi yangkalimatnya dianggap memiliki makna samar.

[MGID]

"Problemnyadi AD/ART. Di sana disampaikan bahwa visi dan misi organisasi FPI adalahpenerapan islam secara kaffah di bawah naungan khilafah islamiyah melaluipelaksanaan dakwah, penegakan hisbah, dan pengawalan jihad," kata TitoKarnavian. Rocky Gerung menilai pemerintah terlalu berlebihan dalam menghadapiAD/ART FPI.

Iamengatakan AD/ART tersebut masih berupa ide dan belum terealisasikan.

NamunBudiman Sudjatmiko mempunyai pendapat lain.

"FPIitu bukan ide, ide yang sudah berwujud menjadi sebuah `pentungan`," kataBudiman Sudjatmiko dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Kompas TV.

"KetahuanAnda minum anda bisa dipukul pakai pentungan tersebut,"

"Sudahmenjadi kawat berduri," imbuhnya.

[ADNOW]

BudimanSudjatmiko menilai visi dan misi FPI sudah terealisasikan, dari sikap merekayang kerap menegur atau bertindak saat melihat suatu tindakan yang dianggapberbeda.

"Merekasuka mementung orang-orang yang dianggap berbeda dari mereka," ucapBudiman Sudjatmiko.

"Merekasudah bertindak sebagai polisi moral,"

"Diluarsistem yang ada," imbuhnya.

Rocky Gerungkemudian menceritakan dirinya pernah berkelahi dengan juru bicara FPI Munarman,20 tahun lalu di Monumen Nasional (Monas).

Ia namun takmenceritakan penyebab perkelahian tersebut.

MenurutRocky Gerung FPI kini sudah berubah dan tak lagi melakukan tindakan kekerasan.

"Sayaitu anti FPI sejak di Monas itu," kata Rocky Gerung.

"Guaberkelahi sama Munarman walaupun dia teman gua itu, tapi itu 20 tahunlalu,"

"SekarangAnda lihat perubahannnya, semakin ke sini sudah berubah,"

"Andayang enggak berubah," imbuhnya menunjuk Budiman Sudjatmiko.

ProfesorThamrin Amal Tomagola kembali tak sepakat dengan pernyataan Rocky Gerung.

Ia lantasmengungkit tindakan Munarman yang menyiram guru besar Universitas IndonesiaProfesor Thamrin Amal Tomagola.

Peristiwatak menyenangkan itu terjadi, saat Profesor Thamrin Amal Tomagola dan Munarmanhadir sebagai narasumber di acara Apa Kabar Indonesia TV One, Jumat (28/6/2013)silam.

Kejadiantersebut bermula saat Munarman dan Profesor Thamrin Amal Tomagola berdebattentang sweeping ormas ke tempat-tempat hiburan di Jakarta saat bulan Ramadan.

"Berubahdari mana?" kata Budiman Sudjatmiko.

"Bahwasemua tindakan berkelahi dengan Anda, menyiram Profesor Thamrin Amal Tomagola,itu bagian dari sebuah konteks menciptakan khilafah tadi," imbuhnya.

BudimanSudjatmiko dan Rocky Gerung terlibat perdebatan panas.

"Terusbertambah enggak kekesarannya sekarang?" tanya Rocky Gerung sambilmenunjuk.

"Berubahenggak eksistensinya?" kata Budiman Sudjatmiko dengan nada tinggi.

"Berubahenggak raison d`etre (reason for being re) untuk melakukan kekesaran?"imbuhnya.

MenurutRocky Gerung cara manusia untuk menunjukan eksistensi adalah dengan kekerasan.

"Raisond`etre dari sebuah manusia adalah violence," tegas Rocky Gerung.

Iamengatakan maka hukum dan negara dibentuk untuk mengatasi hal tersebut.

Lagi,Budiman Sudjatmiko tak sepakat dengan pemikiran itu.

"KalauAnda mengatakan itu Anda setuju kita menciptakan `serigala memakanserigala`," kata Budiman Sudjatmiko.

"Ituteori paling kuno," jawab Rocky Gerung.

"Andamembenarkan kebuasan paling kuno, menjadi binatang," imbuh BudimanSudjatmiko kesal.

Sikutip Dari :https://www.law-justice.co


Tag:

Berita Terkait

Politik

Ditreskrimum Polda Riau Nyatakan Laporan terhadap Ketua IWO Riau Bukan Peristiwa Pidana

Politik

Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar

Politik

Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu

Politik

Polda Riau Target Bangun 110 Jembatan untuk Masyarakat, 27 Tuntas 100 Persen

Politik

Kasus Anak Gajah Mati di TNTN, Ditreskrimsus Polda Riau Tetapkan Pemilik Lahan sebagai Tersangka

Politik

Meriahnya Festival 'Perang Air' di Riau: Merawat Tradisi, Jaga Persaudaraan