Kontroversi Pidato Kiai SAS 'Selain NU Salah Semua',Ini Tanggapan Dzurriyah Muassis NU

- Senin, 28 Januari 2019 21:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012019/8856_Kontroversi-Pidato-Kiai-SAS---039-Selain-NU-Salah-Semua--039--Ini-Tanggapan-Dzurriyah-Muassis-NU.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Dari kiri, KH Salahuddin Wahid, Kiai Said dan Gus A'am Wahib. (FT/IST)

SURABAYA,PESISIRNEWS.COM-Cuplikan pidato Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai SAS) berdurasi 23 detik dari Tv-9, terus beredar dan mendapat banyak tanggapan nahdliyin.

Termasuk dari KH Salahudin Wahid (Gus Solah), Pengasuh PP Tebuireng, Jombang, yang notabene cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari dan H Agus Solachul A'am Wahib cucu KH Wahab Chasbullah.

Kalimat Kiai SAS yang memicu tanggapan banyak orang itu, disampaikan di Harlah ke-73 Muslimat NU di GBK, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Kata Kiai Said, NU harus berperan dalam banyak bidang.

"Peran apa? Terus, tanya terus, peran apa? Syuhudan diniyan, peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khotib-khotib, KUA-KUA, Pak Menteri Agama, harus dari NU. Kalau dipegang selain NU salah semua," ujar Kiai SAS disambut tepuk tangan muslimat NU yang hadir.

Kepada TvOne, Gus Solah mengatakan, bisa saja Kiai Said salah omong. Apalagi soal pernyataan Kiai SAS kontroversial, itu sudah biasa. Tidak perlu diributkan. "Waktu kita bisa habis untuk hal-hal yang tidak perlu," jelas Gus Solah kepada TvOne, Senin (28/1/2019).

Menurut putra KH Wahid Hasyim ini, warga NU memang harus aktif, termasuk menjadi imam dan khotib. Karena ada khotbah-khotbah (Jumah) di masjid-masjid BUMN, perkantoran yang disinyalir isinya menyalahkan orang lain, suara-suara kebencian, politisasi agama.

"Tetapi untuk masjid yang didirikan warga, terserah warganya. Kita tidak boleh berebut jadi imam. Fastabiqul khoirot itu harus dilakukan dengan baik. Mestinya pernyataan itu ditujukan kepada aktivis (internal) NU. Salah ngomong, saya kira," tegas Gus Solah sambil menenkankan bahwa soal KUA, itu bukan domain NU, tetapi Kemenag.

Hal yang sama disampaikan H Agus Solachul A'am Wahib cucu pendiri NU, KH Wahab Chasbullah. Menurut Gus A'am Wahib, tidak sepantasnya Ketua Umum PBNU mengatakan seperti itu.

"Menyebut selain NU salah semua, ini sangat tidak elok, arogan dan sombong. Kami justru malu dengan kalimat tersebut. Perbedaan NU dengan yang lain, hanyalah masalah khilafiyah, perbedaan dalam cabang syariat (furu'iyah), bukan prinsip dasar. Sehingga tidak tepat mengatakan selain NU salah semua, ini bisa memicu ketegangan," tegasnya.

Masih menurut Gus A'am, arogansi Kiai SAS ini tidak sekali dua kali. Masih dalam pidato di Harlah ke-73 Muslimat NU di GBK, Jakarta, Kiai Said juga bicara soal politik. Intinya (Jokowi–Kiai Makruf) harus menang.

"Kalau Anda cermati isi pidatonya, ini semua politik. NU sudah menjadi alat politik, menjadi petugas partai. Mestinya jajaran Mustasyar (Dewan Penasehat) PBNU mengingatkannya. Kondisi ini sangat memprihatinkan, ironisnya semua diam," tegasnya.

Sumber
: Duta.co

Tag:

Berita Terkait

Politik

Bupati Inhil Tinjau Hewan Kurban Bantuan Presiden dan Gubernur, Siap Berlebaran Bersama Masyarakat di Sungai Guntung

Politik

Lapor Pak Presiden! Usut Dugaan Penyelewenangan Uang Negara Dibalik Seluruh Penghargaan Dirut PLN

Politik

Dukung Asta Cita Presiden, Personel Polres Inhil Cek Urine

Politik

Kick Off Ketahanan Pangan di Inhil, Dukung Program Asta Cita Presiden

Politik

Ini Nama Nama Calon Menteri Yang Di Panggil Prabowo Di Kertanegara, Jakarta Selatan

Politik

Operasi Zebra Lancang Kuning Polres Inhil Dimulai Tanggal 14 Hingga 27 Oktober 2024