Selisih Elektabilitas Capres Menipis, Fadli Zon Makin Optimistis

- Selasa, 22 Januari 2019 13:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012019/9749_Selisih-Elektabilitas-Capres-Menipis--Fadli-Zon-Makin-Optimistis.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengklaim selisih elektabilitas antara Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin (Jokowi - Ma'ruf) dengan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno (Prabowo - Sandi) makin tipis. Klaim Fadli juga diperkuat hasil jajak pendapat Media Survei Nasional (Median) yang mencatat selisih elektabilitas antara kedua kubu hanya sekitar 9 persen.

"Ya memang, dalam survei internal kami bahkan bedanya lebih tipis. Sangat tipis, hanya tinggal empat hingga enam persen. Dalam survei Median kalau sampai sembilan persen," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/1).

Dalam pandangan Fadli, survei Median lebih bisa dipercaya karena tidak terafiliasi dengan kubu tertentu. Hasil survei itu juga membuat Fadli semakin optimistis bahwa dalam waktu dekat atau setidaknya awal Februari 2019 elektabilitas Prabowo - Sandi sudah di atas Jokowi - Ma'ruf.

"Saya kira survei Median relatif lebih mendekati walaupun dalam survei kami jaraknya semakin tipis," kata Fadli.

Wakil ketua DPR yang membidangi politik, hukum dan keamanan itu menuturkan, banyak faktor yang membuat elektabilitas Prabowo - Sandi melejit. Antara lain karena Sandi getol turun ke lapangan menyapa masyarakat.

Selain itu, calon anggota legislatif (caleg) dari partai-partai pengusung Prabowo - Sandi juga aktif bergerak. "Tetapi, yang paling penting masyarakat tidak melihat keberhasilan sesuai dengan klaim pemerintah," ungkap Fadli.

Dia lantas mencontohkan kegagalan Jokowi. Antatara lain kegagalan mencapai target pertumbuhan ekonomi dantax ratio, utang menumpuk, harga kebutuhan pokok yang naik, serta daya beli masyarakat melemah.

"Itu kan tidak bisa dibohongi. Tidak bisa pakai pencitraan," kata anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasiional (BPN) Prabowo - Sandi itu.

Seperti diketahui, berdasar survei Median per Januari 2019 yang dirilis Senin (21/1), elektabilitas Jokowi - Ma'ruf di angka 47,9 persen, sedangkan Prabowo – Sandi 38,7 persen. Selisih kedua kubu hanya 9,2 persen.

Sumber
: Jpnn.com

Tag:

Berita Terkait

Politik

Usai Pilkada, Mafirion Ajak Masyarakat Bersatu Melalui Sosialisasi Empat Pilar*

Politik

Pendidikan Budaya Politik di Kabupaten Indragiri Hilir Tingkatkan Kesadaran Politik Masyarakat

Politik

Fakta Baru Penembakan Donald Trump, Ini Identitas Pelaku

Politik

Wujudkan Kedaulatan Pangan, GNTI Riau Dukung PDI-P

Politik

Dewi Juliani : Pemilu Seharusnya Menjadi Kompetisi Ide dan Visi

Politik

Hari RRI, Dewi Juliani Beri Apresiasi Untuk Penyiar dan Kru