Sekjen PDI P:Andai Polisi lambat ungkap kasus kebohongan Ratna Sarumpeat ,Indonesia akan berdarah darah.

- Selasa, 16 Oktober 2018 18:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Sekjen-PDI-P-Andai-Polisi-lambat-ungkap-kasus-kebohongan-Ratna-Sarumpeat--Indonesia-akan-berdarah-darah..jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto ( Foto: Istimewa / Istimewa )

Jakarta - Seandainya Kepolisian RI (Polri) tak bergerak cepat membongkar kebohongan Ratna Sarumpaet soal penganiayaan yang dialaminya, bisa jadi Indonesia sudah "berdarah-darah". Sebab masyarakat akan terbelah pendapatnya, dan berujung pada konflik di antara masyarakat sendiri.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertema "Negara Darurat Hoaks" yang digelar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia di Gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (16/10) sore.

Salah satu pembicara, Saor Siagian, mengatakan dirinya merasa merinding saat lagu Indonesia Pusaka diputar di awal diskusi itu. Dirinya membayangkan betapa mahalnya persatuan Indonesia yang hampir saja rusak hanya karena hoax yang disebarkan oleh Ratna Sarumpaet, cs.

"Indonesia pasti berdarah-darah sekiranya Polisi tidak bergerak cepat membongkar hoax Ratna itu," kata Saor, yang dikenal juga sebagai anggota Forum Advokat Pengawal Konstitusi itu.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menjadi peserta di diskusi itu, mengaku sependapat dengan Saor. Dia mengingat, pada hari pertama hoax Ratna diledakkan, Prabowo Subianto didampingi tokoh seperti Amien Rais, mengajukan gugatan keras. Menurutnya pidato Prabowo berusaha menusuk jantung pemerintahan Jokowi yang dituduh melanggar HAM.

"Pemerintahan Pak Jokowi dituduh melanggar HAM, dituduh melakukan penganiayaan pada seorang ibu-ibu usia 70-an tahun. Sangat dashyat. Pidato yang bisa membakar negeri dengan pertumpahan darah," kata Hasto.

Hasto melanjutkan, dengan gerak cepat Kepolisian, hoaxRatna terbongkar. Prabowo pun mengaku bahwa dia memang grasa-grusu. Masalahnya, kata Hasto, kini publik mempertanyakan banyak hal. Khususnya soal apakah kebohongan itu sekadar akal-akalan Ratna sendiri, atau merupakan kebohongan terencana, sistematis, dan terstruktur.

"Apakah Pak Prabowo tersebut meminta maaf karena ketahuan bahwa penganiayaan itu sebagai skenario penipuan terencana, atau karena tulus telah dibohongi?" ujar Hasto.

"Siapa di republik ini yang berani bertindak bohong kepada sosok seperti Pak Prabowo? Lalu bagaimana dengan teori firehouse of the falsehood ala Rusia dan telah dipraktikkan di USA?" lanjutnya.

Pertanyaan publik soal kemungkinan kebohongan Ratna sudah direncanakan itu wajar. Sebab Hanum Rais, putri Amien, sempat menyatakan bahwa dirinya adalah seorang dokter yang telah meraba dan memeriksa luka Ratna Sarumpaet. Dia mengaku bisa membedakan gurat luka pascaoperasi dan mana luka akibat penganiayaan.

"Inikah suatu pernyataan dengan referensi profesi yang bisa dikategorikan pelanggaran kode etik kedokteran," kata Hasto.

"Lalu bagaimana sekiranya hal tersebut (kebohongan Ratna) memang proyek penipuan terencana? Mengingat Hanum Rais sebagai seorang dokter pun sampai memertaruhkan profesi dokternya?" ujar Hasto lagi.

Apapun itu, senada dengan Saor, Hasto mengatakan pihaknya sangat bersyukur dengan gerak cepat Polri yang membongkar kebohongan Ratna Sarumpaet. Selain kepada Kepolisian, Hasto juga berterima kasih kepada Dokter Tompi, yang sejak awal berusaha menggugah kesadaran publik soal kebohongan Ratna melalui akun Twitter-nya.

"Terima kasih kepada Dokter Tompi yang melalui cuitan di Twitter mampu menggugah kesadaran publik adanya sesuatu yang ganjil, di tengah sikap keras kepala Fadli Zon yang mencoba bertahan pada kebohongan yang direncanakan," ujar Hasto.

Sumber: BeritaSatu.com

Berita Terkait

Politik

Wabup Yuliantini Tegaskan Komitmen Bersama Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting

Politik

Hotspot Riau Turun Jadi 79 Titik, Kapolda: Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

Politik

Setelah Sita Uang Rp1,5 M, KPK Susun Strategi Ungkap Kasus 'Sunat' Upah Pungut di Kabupaten Bogor

Politik

Kapolda riau konfrensi pers tindak Pidana lingkungan hidup penggerusakan 133 ha hutan mangrove di kab. Rohil

Politik

Perkuat pelayanan ASN, Wakil Bupati Inhil terima kunjungan PT Taspen Pekanbaru

Politik

Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru