Gubernur Riau terpilih angkat bicara di halaman face books nya,soal pilihan dukungan terhadap salah satu Capres RI

- Senin, 15 Oktober 2018 16:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Gubernur-Riau-terpilih-angkat-bicara-di-halaman-face-books-nya-soal-pilihan-dukungan-terhadap-salah-satu-Capres-RI.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com-Gubernur Riau terpilih angkat bicara soal dukungan terhadap salah satu capres di laman face booksnya atas pilihan politik , banyak Nitizen yang kontra terhadap pilihan  untuk mendukung salah satu calon presiden RI,ini tanggapan nya:

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Berbeda pandangan adalah rahmat. Mari sama merenungkan, dan sama memikirkan, bahwa kecintaan kita yang begitu besar pada Negeri ini, tidak terkikis habis hanya karena 'sebenang' perbedaan tipis.

Saat berbeda, janganlah saling mencela. Silahkan mengkritisi, tanpa harus kehilangan kejernihan hati.

Jangan gadaikan kesopanan dan adab kesantunan di negeri Melayu ini. Tunjur ajar mengingatkan 'Elok kayu kerana daunnya, elok Melayu kerana santunnya. Apabila hidup hendak terbilang, sopan dijunjung santun dijulang'.

Jangan terjebak pada klaim kebenaran dan vonis kesalahan pada persoalan yang belum dipahami secara paripurna. Karena bisa saja banyak hikmah, dan niat baik tersembunyi dalam langkah yang berbeda. Bukankah tidak satu jalan ke Roma? 

Dalam negara Bhineka Tunggal Ika, perbedaan berada dalam ruang nyata, bukan ruang hampa untuk saling mencela, padahal saudara se-Bangsa se-Negara, bahkan se-Agama. Karena yang ideal menurut kita, belum tentu ideal untuk kebaikan semua. 

Kebenaran adalah hal yang mutlak, namun menginginkan kemutlakan sekehendak kita, tak perlu juga harus dipaksa. Apalagi sampai menduga-duga dan berkata-kata yang berujung dosa.

Mungkin saja orang lain juga memiliki pemahaman tentang sesuatu yang dianggapnya benar, maka hargailah. Karena jika terus menerus memaksakan pemahaman kita sendiri, maka disitulah lahir bibit-bibit intoleransi.

Menjadi pemimpin kelak akan dipertanggungjawabkan hingga ke akhirat, itu akan selalu diingat. Dalam banyaknya perbedaan kehendak rakyat, seorang pemimpin harus berani bersikap rela. Sebagaimana pepatah berkata: Rela dipapak membela yang hak; Rela melangas karena tugas; Rela binasa membela Bangsa.

Jadi bilamana ada perbedaan pandangan, kiranya tetaplah berprasangka baik. Simpan kebenaran rapat-rapat dalam hatimu, bukan melampiaskan amarah perbedaan dengan caci maki yang tak mendidik. Sungguh itu bukan perbendaharaan kata-kata yang baik untuk jadi warisan tentang kesantunan berpolitik. 

Jangan sampai sesat hanya untuk kepentingan sesaat. Tetaplah jaga persatuan dalam perbedaan, sebagai wujud syukur yang nyata atas segala limpahan karunia-NYA. 

Mari kita terus berpegang teguh pada jalan kebaikan. Menjaga taat dan takwa kepada Allah Taala.

Demi Riau tercinta, InsyaAllah, saya masih Syamsuar yang sama.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(***)

Berita Terkait

Politik

Tak Berhenti pada Pengedar Kecil! Polsek Kateman Kembangkan Kasus hingga Ungkap Dugaan 2 Kg Sabu

Politik

Bupati Herman Turun Langsung Seleksi Calon Komisaris dan Direktur BUMD PT Kelapa Inhil Gemilang

Politik

Polda Riau Musnahkan 100,55 Kg Narkotika, 467 Ribu Jiwa Diperkirakan Terselamatkan

Politik

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

Politik

Kapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik Sosial

Politik

Wakil Ketua II DPRD Inhil Asmadi SH Hadiri Tabliq Akbar Dalam Rangka Hari Santri 2026