Ijtima Ulama Dukung Prabowo-Sandi, Kubu Jokowi-Ma,ruf Dinilai Panik

Haikal - Senin, 17 September 2018 12:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092018/pesisirnews_Ijtima-Ulama-Dukung-Prabowo-Sandi--Kubu-Jokowi-Ma-ruf-Dinilai-Panik.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Prabowo Subianto menandatangani pakta integritas dalam Ijtima Ulama II

Pesisirnews.com ? Ijtima ulama kedua yang dihelat pada Minggu kemarin, 16 September 2018, telah memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 mendatang. Dukungan ditandai dengan penandatanganan pakta integritas yang berisi 17 poin kesepakatan.

Politikus Muda Partai Gerindra Tb Ardi Januar mengatakan, kesepakatan antara pasangan Prabowo-Sandi dengan para ulama membuat semangat umat semakin bergeliat. Mereka tak hanya siap memenangkan Prabowo-Sandi, tetapi juga siap bila kediaman mereka masing-masing dijadikan posko pemenangan Prabowo-Sandi. Terlebih, seruan itu sudah disampaikan secara langsung oleh Habib Muhammad Rizieq Shihab.

"Ijtima ulama ini ternyata tidak hanya membuat dukungan Prabowo-Sandi semakin kuat, tetapi juga telah membuat kubu sebelah semakin panik dan dihantui kekalahan. Hal itu tampak dari sikap reaktif yang ditunjukkan para pendukung Jokowi dalam menyikapi hasil ijtima ulama," kata Ardi dalam keterangan persnya, Senin 17 September 2018.

Ardi menambahkan, mulai dari Kepala Staff Presiden Moeldoko, politisi PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, Nasdem dan PPP ramai-ramai buka suara di media dan bersikap "nyinyir" terhadap ijtima ulama kedua. Mereka secara keroyokan telah mendegradasi aksi dukungan ini.

"Ijtima ulama adalah hak asasi yang masih berjalan dalam koridor demokrasi. Para ulama tentu memiliki pertimbangan yang sangat matang kenapa mereka mendukung Prabowo dan kenapa tidak mau dukung Jokowi," ujarnya.

Selain itu, Ardi menambahkan, beberapa waktu sebelum ijtima ulama II digelar, di salah satu pondok pesantren di Jakarta, kedapatan ada acara deklarasi mendukung Jokowi. Namun saat itu tidak ada satu pun pendukung Prabowo-Sandi yang reaktif dan nyinyir terkait acara tersebut. Pendukung Prabowo-Sandi mengerti bahwa dukung mendukung dalam kompetisi demokrasi adalah hal biasa dan harus dihormati.

"Reaktifnya kubu Jokowi menyikapi hasil ijtima ulama bukti mereka tengah dilanda kepanikan takut. Dan kepanikan telah mendekatkan mereka dengan kekalahan," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko menilai dukungan ijtima ulama II kepada Prabowo-Sandiaga tidak akan menggerus suara Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 mendatang.

Bahkan menurut Moeldoko, dukungan suara ulama-ulama di ijtima ulama itu tidak signifikan. "Tidaklah (khawatir). Kecillah, suaranya (ijtima ulama) kecil," kata Moeldoko, Sabtu, 15 September 2018.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) itu mengatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf bukanlah calon kepala negara yang dirancang bagi satu golongan ataupun bagi satu agama saja. Tapi dirancang untuk mewakili kemajemukan karakter masyarakat Indonesia. (viva.co.id)

Berita Terkait

Politik

Tak Berhenti pada Pengedar Kecil! Polsek Kateman Kembangkan Kasus hingga Ungkap Dugaan 2 Kg Sabu

Politik

Bupati Herman Turun Langsung Seleksi Calon Komisaris dan Direktur BUMD PT Kelapa Inhil Gemilang

Politik

Polda Riau Musnahkan 100,55 Kg Narkotika, 467 Ribu Jiwa Diperkirakan Terselamatkan

Politik

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

Politik

Kapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik Sosial

Politik

Wakil Ketua II DPRD Inhil Asmadi SH Hadiri Tabliq Akbar Dalam Rangka Hari Santri 2026