PSI Setor 12 Nama Cawapres Jokowi, PPP: Terlalu Pagi Ya

- Selasa, 27 Maret 2018 11:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir032018/pesisirnews_PSI-Setor-12-Nama-Cawapres-Jokowi--PPP--Terlalu-Pagi-Ya.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Pojoksatu.id

Jakarta, Pesisirnews.com - Langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), akhir pekan lalu 'menyodorkan' 12 nama cawapres untuk menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) dalam pertarungan Pilpres 2019.

Bahkan, partai baru pimpinan Grace Natalie itu sudah menyiapkan formasi Kabinet Kerja Jilid II nantinya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy menyebut langkah parpol baru itu masih terlalu dini.

Demikian disampikan Romi, panggilan akrabnya, usai melakukan pertemuan tertutup dengan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di DPP PDIP, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2018).

Romi menyebut, kontestasi Pilpres 2019 sendiri masih cukup jauh, yakni baru digelar tahun depan.

"Masih terlalu pagi ya. Ini (pilpres) kan tahun 2019," ungkapnya.

Menurut Romi, partai pendukung Jokowi, termasuk PPP, saat ini masih fokus dalam memenangkan calon yang berlaga di Pilkada Serentak 2018.

"Yang menjadi fokus perjuangan PPP adalah keinginan untuk memenangkan Pemilukada," demikian Romi.

Sementara, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan PDIP tidak mau ikut-ikutan partai yang baru menjadi peserta pemilu itu.

Menurut Hasto, sebagai partai yang berpengalaman, PDIP paham bahwa penentuan nama wakil presiden membutuhkan proses yang baik dan diawali dengan proses pilpres.

"PDIP kan banyak pengalaman di dalam Pemilu. Kami memahami tahapan-tahapannya," kata Hasto.

Ia menambahkan, partai berlambang kepala banteng hitam itu tidak akan tergesa-gesa turut menyodorkan formasi kabinet kepada Jokowi.

Apalagi, jika langkah itu dilakukan sebatas mendapatkan efek elektoral yang tinggi.

"Kami tidak perlu tergesa-gesa. Kami memerlukan langkah kontemplasi,"

"Kami memerlukan langkah mendengarkan rakyat, melihat putra-putri terbaik kita, yang nantinya memang layak diperjuangkan," tegasnya.

Untuk diketahui, dalam pemaparannya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menyodorkan 12 nama cawapres sebagai pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

12 nama tersebut berasal bukan saja dari kalangan parpol, melainkan juga datang dari kalangan profesional.

Di antaranya, adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto , dan pengusaha Chairul Tanjung.

Selain itu, ada nama mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan serta mantan Panglima TNI Moeldoko.

Tak ketinggalan, ada juga mantan Ketua MK Mahfud MD, pakar E-commerce Nadiem Makarim, pengusaha Rusdi Kirana, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Sedangkan dari kalangan menteri, ada Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Ketua Umum GP Anshor NU Yaqut Cholil Qoumas.

Grace menyebut nama-nama tersebut sebatas masukan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Perihal siapa yang akan dipilih, PSI percaya bahwa Jokowi dapat memilih pendamping yang terbaik.

"Kesesuaian dan kecocokan personal cawapres dan calon menteri dengan presiden sangat penting. Selain aspek profesionalisme dan elektabilitas," jelas Grace di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Sumber Pojoksatu.id 

Berita Terkait

Politik

Wabup Yuliantini Tegaskan Komitmen Bersama Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting

Politik

Hotspot Riau Turun Jadi 79 Titik, Kapolda: Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

Politik

Setelah Sita Uang Rp1,5 M, KPK Susun Strategi Ungkap Kasus 'Sunat' Upah Pungut di Kabupaten Bogor

Politik

Kapolda riau konfrensi pers tindak Pidana lingkungan hidup penggerusakan 133 ha hutan mangrove di kab. Rohil

Politik

Perkuat pelayanan ASN, Wakil Bupati Inhil terima kunjungan PT Taspen Pekanbaru

Politik

Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru