Pasca Penghinaan Wartawan, Kapolres Way Kanan Minta Maaf

- Selasa, 29 Agustus 2017 12:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082017/pesisirnews_Pasca-Penghinaan-Wartawan--Kapolres-Way-Kanan-Minta-Maaf-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Merdeka.com

Pesisirnews.com - Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan akhirnya meminta maaf atas ucapannya yang menghina wartawan. Dia mendatangi kantor Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) di Way Kanan Lampung, Senin (28/8).

Dalam pertemuan itu, Kapolres bertemu dengan dua wartawan yang dihinanya wartawan Radar TV Dedy Tornando yang juga sebagai Ketua Pokjawan Kabupaten Way Kanan, dan Dian Firasta wartawan Online Tabikpun.com.

Budi berulang kali menyampaikan permintaan maaf kepada Dedy dan Dian atas ucapannya yang telah menghina profesi wartawan. Dikutip dari tribratanews, Budi mengaku datang ke kantor IJTI Way Kanan atas inisiatifnya sendiri dan bukan atas perintah siapapun.

"Saya salah. Kalau ada yang mau menuntut ke mana pun dipersilakan, dan sebaliknya AKBP Buas tidak akan menuntut karena bagian dari kebebasan berdemokrasi," ujarnya saat pertemuan. 

Dia berharap permintaan maafnya itu dapat diterima oleh para wartawan. "Tuhan itu tidak menciptakan segala peristiwa itu secara kebetulan, semua itu sudah melalui rahmatnya namun tidak berarti tiada salah yang tidak dimaafkan," pungkasnya.

Seperti diketahui, ucapan penghinaan itu bermula saat dua wartawan Dedi Tarnando dan Dian Firasa tengah menjalankan tugas peliputan aksi penyetopan angkutan batu bara oleh masyarakat yang tergabung dalam posko mawar di simpang 4 Blambangan Umpu, Way Kanan, Minggu (27/8) dini hari.

Warga kemudian hendak menggiring mobil ke Polres Way Kanan dan hendak membuat pengaduan terkait kendaraan batubara yang memuat angkutan melebihi batas maksimum kendaraan yang merusak jalan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan tiba di lokasi dan menemui warga dan sopir angkutan batu bara. Saat itu, Budi hendak memberikan arahan kepada massa yang mencegah lajunya kendaraan angkutan batu bara sesuai hasil kesepakatan larangan melintas yang telah disepakati sebelumnya.

Sebelum arahan, lanjut Dian, AKBP Budi mengecek adakah wartawan di lokasi (Pos Mawar) dan keduanya (Dian dan Dedy) dilarang merekam dan mengeluarkan kamera. Bahkan AKBP Budi sempat memerintahkan polisi untuk menggeledah wartawan namun ditolak Dedi.

Setelah selesai memberikan arahan kepada massa. Dedy dan Dian mendengar dan melihat langsung bahwa AKBP Budi di hadapan kerumunan massa mengatakan 'wartawan tahi kucing, gua tidak takut'.

Namun, tidak disangka-sangka, kata Dian, setelah dia dan Dedy mencoba mengklarifikasi pernyataan Budi, bukannya penjelasan yang diterima malah lontaran pelecehan profesi wartawan semakin menjadi.

"Siapa sih yang mau baca koran sekarang ini apa lagi Koran-koran Lampung cacingan seperti itu. Sekarang ini orang sudah baca online. Lu bangun tidur bacanya apa? WhatsApp kan. Mana baca koran lagi sekarang dah tutup semua koran itu. Nonton TV juga banyak yang nonton? TV berita juga jarang ditonton, mending nonton bokep dari pada nonton berita TV," cetusnya.

Sumber Merdeka.com 

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolsek Tembilahan Hulu Sambangi Kantor Camat, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung, Dukung Swasembada Pangan di Mandah

Peristiwa

Pisah Sambut Kapolres Indragiri Hilir, Komitmen Perkuat Sinergi dan Pelayanan kepada Masyarakat

Peristiwa

Bupati Herman Apresiasi Tim Penyusunan LKPD, WTP Ke-10 Jadi Bukti Tata Kelola Keuangan Inhil

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Ketahanan Pangan

Peristiwa

Keributan di Gedung DPRD Riau Jadi Sorotan, PW-IWO Desak Pengusutan Tanpa Kompromi