Tembak Istri Kades, Marinir Ambil Uang Korban Lalu Beli Mobil

- Sabtu, 12 Agustus 2017 13:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082017/pesisirnews_Tembak-Istri-Kades--Marinir-Ambil-Uang-Korban-Lalu-Beli-Mobil-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Merdeka.com

Pesisirnews.com - Usai menghabisi nyawa Luluk Diana (38), Kopda TS, mengambil uang Rp 150 juta korban yang baru diambil dari ATM dan digunakan membeli mobil Honda Jazz Nopol W 1797 YC. Mobil itu lantas digunakan pelaku untuk kabur.

"Mobil Hondas Jazz ini dibeli dari seseorang di Gresik dengan DP uang Rp 30 juta. Lalu menggunakannya untuk melarikan diri ke daerah Batu," kata Wadir Reskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Teguh Yuswardhie, Jumat (11/8) sore. 

Pelaku diringkus setelah polisi melakukan penelusuran dan mendapatkan rekaman CCTV yang ada di bank tempat korban mengambil uang. Dari rekaman itu diketahui korban mengambil uang di bank tidak sendirian melainkan bersama pelaku. 

"Kemudian diketahui bahwa pelaku adalah oknum anggota TNI Angkatan Laut. Kemudian kami melaksanakan koordinasi dengan Pomal dan melakukan penangkapan di Ngantang, Batu tadi pagi," tandasnya. 

Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Markas Pomal TNI AL.

Sebelumnya, polisi meringkus pembunuh Luluk Diana (38), istri kepala desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, di daerah Ngantang, Batu, Malang. Pelaku yang merupakan Kopda TS alias YYK, anggota TNI AL bertugas di kesatuan marinir.

Wadir Reskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Teguh Yuswardhie mengatakan, antara korban dan pelaku sebelumnya sudah saling mengenal sejak sekolah. Lantaran sudah saling kenal itulah korban meminta bantuan pelaku untuk mengawal saat mengambil uang Rp 150 juta di Bank BCA daerah Mojokerto.

Teguh menambahkan, pelaku kemudian membujuk korban dengan berpura-pura untuk selfie di hutan Watu Blorok, setelah mengambil uang di bank. Ketika kondisi sekitar sepi, pelaku mengeluarkan senpi rakitan type FN warna hitam dan melakukan penembakan.

"Senjata ini didapat pelaku saat bertugas di Aceh," ucap Teguh.

Selanjutnya, kata Teguh, pelaku menembak kepala korban di bagian tengkuk sebanyak satu kali. Setelah korban meninggal, pelaku mengambil kontak mobil Yaris milik korban lalu meninggalkan mobil tersebut di daerah Krian, Sidoarjo. 

Dari hasil pengembangan penyelidikan atas temuan mayat seoarang perempuan di hutan Watu Blorok itu, polisi melakukan penelusuran dan mendapatkan rekaman CCTV yang ada di bank tempat korban mengambil uang. 

"Dari situ diketahui bahwa korban mengambil uang di bank tidak sendirian. Tapi bersama dengan temannya, yang kemudian kita ketahui sebagai pelaku, tersangka," pungkasnya.

Sumber Merdeka.com 

Berita Terkait

Peristiwa

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Peristiwa

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Peristiwa

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Peristiwa

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Peristiwa

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Peristiwa

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan