Sebelum Fatal, Jembatan Panglima Sampul Perlu Perhatian Serius Agar Tak jadi Begini

- Kamis, 18 Mei 2017 16:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir052017/pesisirnews_Sebelum-Fatal--Jembatan-Panglima-Sampul-Perlu-Perhatian-Serius-Agar-Tak-jadi-Begini.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Jembatan panglima sampul.

SELATPANJANG - Jembatan panglima sampul yang terletak di Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti tampak mengalami masalah dengan kondisi kekuatannya, mengingat sudah lama dibangun sejak jaman Pemerintah Kabupaten Bengkalis (sebelum Meranti dimekarkan).

Jembatan penghubung antara Kecamatan Tebingtinggi Barat dan Kecamatan Tebingtinggi itu mulai dikhawatirkan terhadap kekokohannya dengan usia yang sudah cukup tua. Apalagi saat ini sering dilalui kendaraan tonase tinggi membawa bahan material.Namun, pihak Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab diakui tidak ada jalan lain yang bisa dilalui lagi dalam memobilisasi kebutuhan material.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi B DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi menilai memang sepatutnya Pemerintah bisa segera memikirkan bagaimana cara memobilisasi barang dan material tanpa harus merusak jembatan. Agar jembatan tersebut tidak rubuh sebelum dibangun jembatan baru.

"Memang kita sudah memikirkan hal ini. Kita sudah minta bagaimana bisa dibangun satu lagi jembatan disamping jembatan panglima sampul tersebut. Sehingga nantinya ada jalan alternatif," kata Dedi Putra SHi, baru-baru ini."Apakah tonasenya dibatasi atau bagaimana yang penting ada upaya. Kalau roboh, akan lebih besar kerugian yang kita alami nantinya," ujarnya lagi.Apalagi jembatan itu menjadi akses dari Pusat Pemerintahan Kabupaten di Selatpanjang ke wilayah Kecamatan Tebingtinggi Barat. Bahkan itu menjadi jalan menuju pelabuhan roll of roll on (roro) di Kampung Balak, yang menghubungkan wilayah Meranti dengan Pelabuhan Buton di Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru sebagai Pusat Pemerintahan Provinsi Riau."Kita sudah panggil Pemkab Meranti dan minta siap saja Detail Engenering Design (DED) nya terlebih dahulu. Sehingga nanti, ketika anggarannya tersedia tinggal dibangun saja," pintanya.Sementara Camat Tebingtinggi Barat, Helfandi juga menjelaskan, dalam mengerjakan proyek pembangunan tiang listrik menuju Kampung Balak pada tahun 2014 lalu, jembatan tersebut dilintasi truk yang mengangkut tiang-tiang beton. Saat ini selain kendaraan berat seperti eskavator, jembatan panglima sampul itu juga dilalui oleh truk pengangkut material tanah timbun."Memang jembatan itu satu-satunya akses penghubung jalur darat dari wilayah Kecamatan Tebingtinggi ke Tebingtinggi Barat. Kita juga tidak bisa berbuat apa-apa saat dilintasi kendaraan tonase tinggi," kata dia.Oleh karena itu, saat ini ia tengah melakukan upaya meminta Pemkab Meranti untuk mempercepat melakukan pembangunan jembatan tambahan disamping jembatan panglima sampul tersebut. Dengan begitu nantinya dapat menjamin jalur darat tetap aman dari Wilayah Kecamatan Tebingtinggi ke Tebingtinggi Barat.Disisi lain juga antisipasi agar sebagai besar wilayah Kecamatan Tebingtinggi Barat agar tidak terisolir. Karena bagaimanapun tujuan membuat jembatan untuk membuka keterisoliran wilayah dan membantu memajukan perkembangan daerah."Memang kalau sempat rubuh jembatan ini bisa-bisa kita terisolir dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Makanya kita sudah terus mendorong ke Pemkab dan pihak DPRD," ucap Helfandi. (mad)

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi