Beasiswa Tak Kunjung Dibayarkan, Mahasiswa Meranti Kembali Demo ke Kantor Bupati

- Selasa, 14 Februari 2017 17:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022017/pesisirnews_Beasiswa-Tak-Kunjung-Dibayarkan--Mahasiswa-Meranti-Kembali-Demo-ke-Kantor-Bupati-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
foto : Rahmad
Pegunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Meranti Menggugat (AM3) langsung menuju ke Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (14/2/2017)

SELATPANJANG - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Meranti Menggugat (AM3) kembali menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang. Mereka menuntut hak biaya pendidikan mahasiswa (beasiswa, red) yang sejak tahun 2015 hingga kini (2017, red) belum kunjung dibayarkan.

Dari pantauan di lapangan Selasa (14/2/2017), puluhan mahasiswa melakukan longmarch dari titik kumpul di jalan Pramuka Selatpanjang untuk menuju ke kantor Bupati. Dalam perjalanan, pengunjuk rasa menyampaikan orasinya terkait tuntutan mereka.

Selain orasi, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut juga membentang spanduk dan bendera yang bertuliskan antara lain; kami menolak lupa, anti php, peduli mahasiswa, kami kecewa 2015, 16,17.

Arti dari maksud yang mereka tuliskan di spanduk tersebut, mahasiswa telah menolak seolah-olah pemerintah daerah sudah lupa akan hak mahasiswa yang hingga memasuki tahun 2017 belum kunjung dibayarkan. Pemda dinilai sudah mengingkari janji, katanya beasiswa akan dibayarkan usai pilkada tahun 2015.

Namun, janji tersebut hanya omong kosong saja. Kenyataannya dua tahun hingga sudah memasuki tahun 2017 beasiswa tersebut belum diterima mahasiswa. Oleh karena itu, mereka menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemda yang sudah seperti memberi harapan palsu.

Sampai di pintu gerbang kantor Bupati, aksi unjuk rasa mahasiswa yang dikawal oleh aparat Kepolisian, TNI, dan Satpol PP memberi jalan masuk hingga depan Kantor Bupati. Mereka ingin bertemu dengan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan MSi untuk mempertanyakan kejelasan mengapa beasiswa belum dibayarkan.

"Kita hanya ingin hak kita, kita tidak akan merusak. Kantor (Bupati) ini didirikan dengan uang (rakyat) kami, tidak mungkin kami merusak kantor kami," ujar salah satu korlap dari mahasiswa dengan pengeras suara.

"Kami ingin bertemu langsung dengan bapak Bupati kita Irwan. Kami sudah bosan, kita diberi harapan palsu," teriaknya lagi dalam orasi tersebut.

Niat mereka untuk bertemu Bupati ternyata tidak terpenuhi, mengingat Bupati Irwan tidak berada ditempat, karena tengah menghadiri agendanya keluar daerah. Sementara tepat didepan kantor Bupati, kedatangan puluhan mahasiswa hanya bisa disambut baik oleh Plt Sekda Kepulauan Meranti, Julian Norwis. 

Pertemuan itu, mahasiswa langsung menyampaikan ke Sekda atas tuntutan mereka terkait belum dibayarnya beasiswa tersebut. Saat itu, Sekda langsung menanggapi atas tuntutan mahasiswa. Selama mediasi tersebut berlangsung hingga pukul 15.15 WIB petang tetap berjalan tenang, aman, dan damai. (mad)

Berita Terkait

Peristiwa

Jelang Hari Jadi ke-78, Polwan Polda Riau Turun dalam Penanganan Karhutla

Peristiwa

Kapolres Inhil dan Tim Gabungan Pilih Bermalam Demi Pastikan Karhutla Benar-Benar Padam

Peristiwa

Pisah Sambut Kajari Inhil, Plh. Bupati Yuliantini Dorong Sinergi Untuk Daerah Kondusif

Peristiwa

malam puncak sistem informasi award ke-8 tahun 2026, pemkab inhil apresiasi prestasi mahasiswa dan dosen

Peristiwa

Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan

Peristiwa

Berangkat Jualan Cempedak, Pompong Berisi Tiga Pria Dikabarkan Hilang Kontak