Gema Adzan Maghrib Iringi Pemakaman Apri Adi Pratama yang Tewas Setelah Ditangkap Polisi

- Sabtu, 27 Agustus 2016 08:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir082016/pesisirnews_Gema-Adzan-Maghrib-Iringi-Pemakaman-Apri-Adi-Pratama-yang-Tewas-Setelah-Ditangkap-Polisi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
SELATPANJANG - Gema Adzan Maghrib mengiringi pemakaman jenazah Apri Adi Pratama alias Adi (24th), Jumat (26/8/2016) di TPU Baitul Akhir Jalan Pusara, Kepulauan Meranti.Dari rumah duka Gg Abadi, Jalan Banglas, Selatpanjang Timur, jenazah Apri Adi Pratama diantar ribuan warga hingga masuk ke liang lahat. Kondisi di lokasi pemakaman pun berlangsung begitu haru, isak tangis dari pihak keluarga dan para kerabat korban tak lagi terbendung.Dari pantauan di lapangan, di tengah ribuan warga juga terlihat ikut langsung Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto, Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim serta sejumlah anggota DPRD dan para tokoh masyarakat.Namun, di lokasi pemakaman tidak telihat hadir Ibunda Alm Apri Adi Pratama, karena diketahui jatuh sakit dari mula mendengar kejadian tewasnya Apri Adi Pratama usai ditangkap pihak kepolisian.Apri Adi Pratama meninggal dunia setelah ditangkap anggota Polres Kepulauan Meranti dengan kondisi tembakan di kedua kaki, dan lebam di bagian wajah dan tubuh. Apri Adi Pratama ditangkap setelah terlibat perkelahian dengan mengakibatkan Anggota Polisi Adil S Tambunan tewas dengan luka tikaman.Sebelumnya, jenazah telah divisum dan otopsi, ribuan warga Selatpanjang, Meranti menjemput jenazah Apri Adi Pratama yang merupakan tenaga Honorer Dispenda dari RSUD di Jalan Dorak. Almarhum yang diduga pelaku pembunuh personel polisi ini dilaoprkan meninggal saat dilakukan penangkapan dan kehabisan darah karena dilumpuhkan dengan tebakan.Kedatangan almarhum di rumahnya disambut histeris pihak keluarga. Ribuan warga yang menjemput almarhum juga tidak terbendung padati rumah duka. Korban semasa hidup dikenal seroang pemuda yang selalu sopan dan ramah. Baik di lingkungan kerabat maupun masyarakat.Sumber: Riauterkini.com


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Terkait Meranti Berdarah, 17 Polisi Terancam Dipecat

Peristiwa

Komnas HAM Janji Kawal Kasus Berdarah di Meranti

Peristiwa

Insiden Berdarah dengan Warga Sipil, 3 Anggota Polres Meranti Tersangka

Peristiwa

15 Anggota Polres Kepulauan Meranti Termasuk Kasat Reksrim Diperiksa Polda Riau

Peristiwa

Beredar Foto Perempuan yang Sebabkan Polisi dan Honorer di Kepulauan Meranti Terbunuh