SELATPANJANG, PESISIRNEWS.COM - Terhitung dari tanggal 1 Januari hingga 12 Maret 2016, Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah mencapai total jumlah 310,25 hektar. Sementara wilayah yang lahannya terluas terjadi karlahut berada di Desa Mekar Sari, Kecamatan Tebingtinggi dengan luas 150 hektar.
Dirincikan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Edy Afrizal, Senin (14/3/16), wilayah di kabupaten termuda di Riau itu terbagi di empat pulau yakni, Pulau Rangsang, Pulau Padang, Pulau Merbau, dan Pulau Tebingtinggi.
Masing - masing pulau yang dilanda karhutla tersebut antara lain, di Pulau Rangsang tepatnya di Desa Tanjung Medang di Kecamatan Rangsang seluas 40 Hektar dan Desa Kayu Ara di Kecamatan Ransang Pesisir seluas 50 hektar.
Selanjutnya di Pulau Padang tepatnya di Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau seluas 150 Hektar, dan di Pulau Merbau tepatnya di Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau sekitar 70 Hektar. Serta di Pulau Tebingtinggi baru - baru ini di Desa Alah Air Kecamatan Tebingtinggi hanya sekitar 0,25 Hektar.
"Saat ini kami bersama pihak kecamatan, beserta jajaran TNI-Polri, Satpol PP, pihak perusahaan dan masyarakat masih terus melakukan upaya pemadaman dilapangan," tutur Edy.
Menurutnya, dengan kondisi cuaca yang cukup panas disertai angin kencang cukup sedikit menyulitkan dalam mengatasi pemadaman karhutla. Karena angin menjadi pemicu semakin membesarnya api.
Apalagi dengan kurangnya peralatan menjadi kendala dilapangan. Selain itu, minimnya sumber air dilokasi tempat karlahut terjadi juga menjadi faktor penghambat dalam upaya pemadaman Karlahut.
"Kita terus melakukan koordinasi dengan pihak BPBD Provinsi untuk memaksimalkan proses pemadaman. Hal ini dikhawatirkan akan merambat ke pemukiman penduduk desa di sekitar lahan yang terbakar," ujar Edy Afrizal. (mad)