MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Guna mengantisipasi tidak adanya hewan sakit atau masih dibawah umur untuk dijadikan sebagai hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1436 H atau 2015 M, Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kepulauan Meranti melakukan pengawasan ketat terhadap hewan kurban yang masuk ke kota sagu hingga proses penyembelihan.
Hal tersebut disampaikan Kepala DPPKP Meranti, Yulian Norwis, Selasa (15/9) kemarin. Dikatakannya juga, dalam waktu dekat pihak DPPKP akan membentuk tim pemantau hewan kurban."Mudah-mudahan, senin ini sudah dikeluarkan SK tim pemantau tersebut. Keberadaan mereka (tim pemantau, red) untuk mengawasi dan memeriksa hewan kurban yang masuk ke daerah kita (meranti, red) hingga waktu penyembelihan, baik umur maupun kondisi kesehatannya," ucap pria akrab disapa Icut itu.
Menurutnya, pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban ini untuk memastikan bahwa hewan kurban tersebut bebas dari penyakit membahayakan dan layak dikonsumsi.
"Kita tidak mau menemukan kasus hewan kurban yang dijual dan disembelih pada kondisi tidak sehat dan tidak layak dikonsumsi," sebutnya pula.
Kata Icut juga, meskipun di tahun sebelumnya (2014, red), di Kabupaten bungsu di Riau itu tidak ditemukan adanya hewan kurban yang cacat atau sakit, namun hal ini tentunya sebagai antisipasi agar kesehatan masyarakat tetap terjaga.
"Kami mengambil langkah itu, juga demi menjaga kesehatan masyarakat. Alhamdulillah, hingga saat ini, hewan kurban yang ada masih aman," akuinya.
Kendati demikian, dia juga tetap mengimbau masyarakat di Kepulauan Meranti khusunya agar lebih berhati-hati dalam membeli daging kurban.(Adi)