Gegara Dugaan Penculikan Anak, Wamena Membara, 10 Orang Tewas dan Belasan Luka-luka

- Jumat, 24 Februari 2023 18:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir022023/_1925_Gegara-Dugaan-Penculikan-Anak--Wamena-Membara--10-Orang-Tewas-dan-Belasan-Luka-luka.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. (Foto via Tribun) 

TIMIKA (Pesisirnews.com) - Pada Kamis (23/2) kemarin, terjadi kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Laporan awal menyebut, sebanyak sembilan warga tewas sementara enam lainnya luka-luka.

Diketahui kerusuhan itu bermula saat ada mobil penjual kelontong dihentikan warga di Sinakma karena diduga akan melakukan penculikan anak sekitar pukul 12.30 WIT.

Akibat kerusuhan itu, sejumlah ruko dan kios pedagang di Sinakma dibakar massa.

Perkembangan terkini dari kejadian tersebut, jumlah korban tewas menjadi 10 orang dan sebanyak 18 orang aparat mengalami luka-luka.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri kepada awak media menyebut korban tewas akibat kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, bertambah jadi 10 orang.

Korban tewas di antaranya delapan orang asli Papua (OAP) dan dua warga pendatang.

"Kita ketahui semua korban tewas 10 orang, delapan dari masyarakat asli Papua, dua dari pendatang," kata Mathius di Timika, Papua Tengah, Jumat (24/2/2023).

[br]

Tak hanya itu, dia menyebut 18 aparat luka-luka. Sebanyak 16 orang terhantam lemparan batu, sisanya terkena panah.

"Korban luka-luka untuk aparat itu ada 18, 16 itu kena lemparan batu, dan dua orang itu kena panah," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, kerusuhan juga mengakibatkan dua ruko dan 13 rumah milik warga terbakar.

Kerusakan, lanjutnya, juga menimpa kendaraan milik TNI dan Polri yang disiagakan saat kerusuhan berlangsung.

"Ruko ada dua dan rumah 13 (rusak). Ditambah dengan kendaraan milik TNI-Polri yang rusak," pungkasnya.

(PNC/INS)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait