JAKARTA (Pesisirnews.com) - Aktivis Lieus Sungkharisma dikabarkan meninggal dunia karena sakit jantung. Kabar duka itu menyebar dan dibenarkan oleh pihak keluarga.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer atau Noel. "Betul, beliau meninggal dunia," kata Noel pada Rabu (25/1).
"Iya turut bersedih, (meninggal karena) sakit jantung," tuturnya.
Kabar duka ini turut disampaikan politikus Gerindra, Fadli Zon, melalui unggahan di akun Twitternya, menyampaikan rasa duka sekaligus mengenang perkenalannya dengan mendiang Lieus.
"Selamat jalan Bro Lieus Sungkharisma, aktivis yang berani bicara dan bersikap," tulis Fadli dikutip, Rabu (25/1).
“Sungguh sedih dan merasa kehilangan. Saya mengenalnya sejak 1992, ketika almarhum, menjadi Ketum Gemabudhi. RIP Bro Lieus,†imbuh Fadli.
Profil singkat Lieus Sungkharisma
Lieus Sungkharisma lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 11 Oktober 1959. Dia wafat pada usia 64 tahun. Lieus Sungkharisma memiliki nama Tionghoa, Li Xue Xiung.
Selain dikenal sebagai aktivis sosial, Lieus Sungkharisma pada tahun 2019 sempat ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan bersama Eggi Sudjana terkait kasus dugaan makar.
Pada tahun 2019, dia juga dikenal sebagai juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Meskipun Lieus merupakan warga keturunan Tionghoa dan beragama Buddha, dia selalu bersama-sama dengan umat Islam yang tergabung dalam aksi 212.
Pada 2012 lalu, saat Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, Lieus mengatasnamakan diri sebagai koordinator masyarakat peduli MRT Fatmawati, memprotes Jokowi yang meresmikan pembangunan MRT yang melintasi Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.
Lieus pun kerap mengkritisi kepemimpinan Jokowi-Ahok di Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, Ahok tak bisa menjalankan tugasnya sebagai wagub dengan baik.
[br]
Menjadi pendukung Jokowi di Pilpres 2014
Pada Pilpres 2014, Lieus menjadi pendukung Jokowi. Alasan Lieus pada saat itu, Jokowi jadi Gubernur DKI Jakarta banyak tekanan dari mana-mana, sedangkan jika jadi presiden Jokowi tak akan mendapat tekanan dari siapa pun. Bahkan, di Pemilu 2014 lalu, dia sempat membuat lomba yang bertajuk 'Surat untuk Jokowi'.
Sementara, saat Pilkada DKI 2017, Lieus mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylvina Murni sebagai cagub dan cawagub DKI.
Tetapi, AHY kalah di putaran pertama, dia pun kemudian merapat ke pasangan Anies - Sandi yang diusung PKS dan Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto, dan sejak itu dia menjadi pendukung yang loyal terhadap Prabowo. (PNC/MDO/KPR)