JAKARTA (Pesisirnews.com) - Ustadz Abu Bakar Ba'asyir (83) yang dulu menganggap Pancasila dalam pandangannya adalah syirik, namun saat ini pandangannya itu telah berubah.
Di usianya yang telah sepuh, Abu Bakar Ba'asyir kini mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Hal itu terungkap usai video viral yang menampilkan Ba'asyir sedang memberikan ceramah beredar di media sosial (medsos).
Menurutnya, dasar dari Pancasila adalah tauhid atau ketuhanan seperti tertuang dalam sila pertama.
"Indonesia berdasar Pancasila kenapa disetujui ulama? Karena dasarnya tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Ba'asyir dalam video yang beredar luas di medsos baru-baru ini.
Ba'asyir mengakui bahwa pemahaman Pancasila ini merupakan hal baru baginya. Sebab dulu Ba'asyir menganggap Pancasila sebagai sesuatu yang syirik.
Lebih jauh, Ba'asyir menyebut para ulama pada dasarnya memiliki niat ikhlas. Termasuk dalam memikirkan dasar negara Pancasila.
"Ini juga pengertian saya terakhir, dulu-dulunya saya bilang Pancasila itu syirik, tapi setelah saya pelajari berikutnya, ndak mungkin ulama menyetujui dasar negara syirik itu ndak mungkin," ujarnya dalam video viral tersebut.
[br]
Pernyataan Ba'asyir itu dikonfirmasi oleh Putranya, Abdul Rochim Ba'asyir.
Abdul menegaskan ayahnya tak pernah menolak Pancasila. Baginya, prinsip demikian sudah dipegang oleh Ba'asyir sejak lama.
"Itu video sudah sekitar empat bulan yang lalu. Dan itu [mengakui Pancasila] sudah lama, itu bukan baru. Pak Ba'asyir pada prinsipnya tak pernah tolak Pancasila," kata Abdul dalam wawancara yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (2/8) malam.
Abdul menjelaskan Ba'asyir hanya menolak Pancasila saat ditarik ke arah sebagai paham yang anti atau dibenturkan dengan agama Islam.
Ba'asyir, kata dia, mengakui Pancasila sesuai dengan maksud para pendiri bangsa.
"Beliau tolak jika Pancasila dibenturkan dengan Islam. Sehingga upaya menegakkan syariat Islam di Indonesia dibenturkan Pancasila, itu yang beliau tolak.
Abdul mengatakan Ba'asyir sependapat bahwa Sila pertama Pancasila yang berisikan 'Ketuhanan Yang Maha Esa' sesuai ajaran tauhid dalam Islam. Sehingga, negara Indonesia dianggap dapat ditata sesuai aturan yang bersumber pada prinsip-prinsip ketuhanan yang diatur dalam Pancasila.
"Jadi beliau melihat Sila pertama Pancasila itu adalah bertuhan kepada Allah SWT," ucapnya.
[br]
Sebagaimana diketahui, Abu Bakar Ba'asyir merupakan tokoh utama di balik Jamaah Islamiyah, organisasi yang bercita-cita mendirikan negara Islam.
Pria kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938 ini juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ba'asyir ditangkap polisi pada tahun 2010 dan divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dia terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer di Aceh.
Ba'asyir dinyatakan bebas murni pada awal Januari 2021 lalu usai menjalani masa tahanan 9 tahun 6 bulan. Dari vonis tersebut, dia mendapat remisi 55 bulan. (PNC)