Wawako Payakumbuh Lepas Ekspor Perdana 1 Ton Bumbu Rendang ke Jerman

- Rabu, 27 Juli 2022 10:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir072022/_3664_Wawako-Payakumbuh-Lepas-Ekspor-Perdana-1-Ton-Bumbu-Rendang-ke-Jerman.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ekspor perdana 1 ton bumbu rendang ke Hamburg, Jerman. Pelepasan dilakukan di Sentra IKM Rendang di Padang Kaduduak, Selasa (26/7/2022). (Foto: Humas Pemkot Payakumbuh)

PAYAKUMBUH (Pesisirnews.com) - Wakil Wali Kota (Wawako) Payakumbuh, Sumatera Barat, Erwin Yunaz melepas 1 ton bumbu rendang untuk diekspor ke Hamburg, Jerman. Pelepasan lebih dari 16.000 kantong bumbu rendang ukuran 50 gram dilakukan di Sentra IKM Rendang di Padang Kaduduak, Selasa (26/7).

Erwin Yunaz mengatakan bahwa secara institusi ini adalah ekspor perdana dengan menggunakan semua legalitas izin ekspor. Kegiatan ekspor itu baru pertama kali di Sumbar untuk produk rendang dengan rasa pedas dan tidak pedas.

"Alhamdulillah, kerja keras kita selama ini membuahkan hasil, buktinya rendang kita secara resmi dieskpor ke Jerman," kata Erwin Yunaz didampingi Kepala Disnakerin Yunida Fatwa dan Sekretaris Disnakerin Doni Saputra.

Menurut Erwin Yunaz, salah satu muara daribranding City of Randang adalah kejadian luar biasa yang terjadi hari ini. Pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi tumbuh kembang UKM dengan pilihan sarana dan prasarana yang tepat, perlu pemikiran yang matang.

Kemudian, lanjutnya, dilakukan pengawasan dan capaian yang terarah dan terukur. Banyak yang gagal karena tidak diawasi dan tidak jelas targetnya.

Yang jelas, kata Erwin, pondasi untuk mengembangkan usaha IKM sudah dibuat, tinggal bagaimana kedepan menjamin keberlanjutan usaha mereka.

"Perlu diingat, rendang adalah produknya, marandang adalah prosesnya. Ingat rendang, ingat Payakumbuh," tambah Erwin.

Kegiatan ekspor rendang kali ini semakin menguatkan keterlibatan Kota Payakumbuh dalam menyukseskan program Spice Up The World bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Program tersebut telah dicanangkan beberapa waktu lalu.

Fibrianti Takarina selaku pemilik Randang Mutiara, mengatakan bahwa proses masak bumbu rendang sebanyak 1 ton untuk dilakukan selama 7 hari di Sentra IKM Rendang.

"Kopas Anam berkolaborasi dengan Koperasi Sentra Rendang Payo selama prosesnya, alhamdulillah setelah melalui quality checking, dan hari ini sudah selesai dipacking, akhirnya rendang kita bisa dilepas ke Jerman,” kata Fibrianti Takarina, mengungkapkan.

[br]

Menurut Ketua Koperasi Pemasaran Anak Nagari Minangkabau (Kopas Anam) itu, kontrak pihaknya dengan Toko Indonesia di Jerman selama 10 tahun. “Kedepan kita akan memenuhi permintaan 1,5 ton bumbu rendang perbulan," yang juga

Ketua Koperasi Sentra Rendang Payo Ira Zahar menyampaikan dirinya berbahagia dengan produk rendang dari The City of Randang secara resmi bisa dijual ke luar negeri.

"Manfaat adanya ekspor adalah koperasi jadi berproduksi, produk kita bisa dikenal luar negeri, sentra IKM kita bisa terus termanfaatkan. Harapan kita semoga sentra IKM terus berkembang dan berkiprah di mancanegara," pungasnya.

Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatra Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang.

Secara simbolik, dagiang (daging sapi) melambangkan "niniak mamak" (para pemimpin suku adat). Lalu karambia (kelapa) melambangkan "cadiak pandai" (kaum Intelektual), lado (cabai) melambangkan "alim ilama" yang tegas untuk mengajarkan syariat agama. Dan pemasak (bumbu) melambangkan keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Dalam tradisi Minangkabau, rendang adalah hidangan yang wajib disajikan dalam setiap perayaan adat, seperti berbagai upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan. (PNC/KBRN)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Rusia Meradang, Jerman Umumkan Kesiapan untuk Memproduksi Tank di Ukraina

Peristiwa

AS Minta Rusia Perpanjang Perjanjian Ekspor Biji-bijian Ukraina yang Berakhir 18 Maret

Peristiwa

Desa Pulosari Sukses Ekspor Hasil Pertanian ke Singapura dalam Waktu 10 Hari

Peristiwa

Perkuat Nilai Ekspor, Mendag Zulhas Kembali Usulkan Kerja Sama Dagang Indonesia-GCC

Peristiwa

Kejaksaan RI dan Kemendag MoU Fungsi Pencegahan dalam Tata Kelola Ekspor-Impor

Peristiwa

UMKM Sumbar Ekspor 1 Ton Bumbu Rendang dan Kalio ke Norwegia