BMKG Ingatkan Potensi Peningkatan Banjir Pesisir atau Rob di Beberapa Wilayah Indonesia

- Kamis, 09 Desember 2021 09:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122021/_5306_BMKG-Ingatkan-Potensi-Peningkatan-Banjir-Pesisir-atau-Rob-di-Beberapa-Wilayah-Indonesia.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

JAKARTA, Pesisirnews.com - Masyarakat di kawasan pesisir perlu waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatanbanjir pesisir atau rob di wilayah Indonesia.Apalagi, terpantau saat ini beberapa wilayah Indonesia juga terdampak banjir rob.

Kepala Badan Metrorologi, Klimatologi, dan Gepifisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengatakan seperti yang sebelumnya sudah diprediksi oleh BMKG, pada bulan-bulan ini terutama Desember dan menjelang Januari-Februari intensitas cuaca ekstrem semakin meningkat.

"Karena dipengaruhi oleh beberapa hal terutama kondisi cuaca yang saat ini di musim hujan dan juga ada pengaruh La Nina. Kemudian mengakibatkan juga ada pengaruh dari monsun Asia yang mengakibatkan curah hujan ekstrem semakin meningkat,” kata Dwikorita, Rabu (8/12), saat konferensi pers secara virtual.

Lebih lanjut, kata Dwikorita mengungkapkan cuaca ekstrem ini diperparah dengan terdeteksinya adanya pola sirkulasi siklonik dan seruakan dingin yang aktif di Laut Cina Selatan yang memberikan dampak signifikan pada peningkatan tinggi gelombang bisa mencapai 4 - 6 meter di wilayah Perairan Natuna. Kondisi kecepatan angin signifikan berkisar 25 hingga 30 knot/km itu dikalikan 1,8 sehingga berkisar antara 40-an ya, 40 km per jam hingga berkisar antara 50-an km per jam.

[br]

Kondisi tersebut, ujar dia, menyebabkan gelombang tinggi hingga mencapai 4 sampai 6 meter serta kecepatan angin yang signifikan terpantau di Samudra Pasifik Timur Filipina juga memberikan dampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah utara Indonesia bagian Timur.

“Jadi tinggi gelombang yang mencapai 4 hingga 6 meter terutama di wilayah utara Indonesiabagian timur. Misalnya di Utara Papua, baik Utara Papua, maupun Papua Barat,” ungkap Dwikorita.

Hal ini, terjadi selain kondisi cuaca tadi terkait dengan gelombang dan angin, juga bersamaan dengan fase bulan baru dan kondisi Parigi yaitu kondisi dimana posisi bulan itu berada pada jarak terdekat dengan planet Bumi.

"Sehingga, gravitasi bulan terhadap permukaan air di samudra, di laut menjadi semakin meningkat yang berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian air laut yaitu pasang air lautmaksimum yang dapat berpotensi besar mengakibatkan banjir pesisir atau rob," pungkasnya. (rls/dade)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

BMKG: Beberapa Wilayah Indonesia Berpotensi Terjadi Hujan Lebat

Peristiwa

BMKG: Masuki Pancaroba, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi Hingga April

Peristiwa

Patroli di Pesisir, Personil Koramil 03/Bgs Kembali Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

Peristiwa

Bupati dan Wabup Rohil Bagikan Ratusan Paket Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Banjir

Peristiwa

Gempa Bumi Berkekuatan M6,7 Guncang Banten, Terasa Hingga Bandung dan Lampung

Peristiwa

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Berikan Sembako kepada Masyarakat yang Terdampak Banjir Rop