JAKARTA, Pesisirnews.com - Ketua KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Agung Suprio menjadi sorotan netizen usai dirinya 'kabur' dari program Mata Najwa dan menyebut serial animasi Upin Ipin sebagai propaganda Malaysia.
Alhasil Ketua KPI pun jadi trending topic pada Sabtu (11/9/2021).
Cabutnya Ketua KPI dari program yang tayang di Trans 7 setiap Rabu malam itu diungkap langsung oleh Najwa Shihab.
Dia mengatakan Agung sejatinya sudah datang ke studio Mata Najwa untuk berdialog soal kasus pelecehan seksual yang terjadi di KPI.
Namun tiba-tiba Ketua KPI periode 2019-2022 itu batal naik naik panggung dan meninggalkan studio Mata Najwa.
"Ketua KPI tadi malam sudah hadir di studio Mata Najwa, bahkan sudah siap naik panggung tapi tiba-tiba menolak berdialog ketika pengacara MS, korban di KPI sedang berbicara dan langsung keluar meninggalkan studio," tulis Najwa di akun Instagramnya.
Belum habis dibahas soal kabur dari Mata Najwa, Ketua KPI kembali jadi perbincangan hangat netizen setelah pernyataannya soal Upin dan Ipin sebagai propaganda Malaysia.
Mulanya Agung mengatakan Indonesia sudah terlalu banyak tontonan yang berasal dari luar negeri. Padahal menurutnya karya anak bangsa tidak kalah kualitasnya jika harus bersaing.
Menurutnya Korea Selatan adalah salah satu negara yang berhasil. Tayangan dari negara tersebut dinilai tidak cuma mampu menjadi idola di beberapa negara, tapi bahkan bisa mendatangkan warga dari negara lain untuk berkunjung.
Agung kemudian menyinggung soal Upin Ipin. Dia menilai tayangan animasi tersebut salah satu bentuk propaganda Malaysia.
"Upin-Ipin itu bisa dikatakan propaganda, propaganda yang positif. Upin-Ipin itu bisa mengenalkan Malaysia atau citra Malaysia kepada dunia luar yang multikultural, sopan, ramah dan religius," kata Agung Suprio kepada detikHOT.
"Ini yang ingin ditampilkan Malaysia kepada dunia luar."
Hasilnya, Upin dan Ipin menurutnya mengubah pandangan negara-negara lain kepada Malaysia. Gara-gara itu juga Malaysia kini makin dikenal.
"Negara-negara lain punya pandangan positif kepada Malaysia, sehingga bisa meningkatkan sektor pariwisata Malaysia, jadi banyak kemudian orang mancanegara yang datang ke Malaysia," tuturnya.
"Jadi propaganda itu di situ maksudnya."
Walau pernyataan Agung soal Upin Ipin tidak bermaksud negatif, netizen sudah kadung jengkel dengan Ketua KPI.
Apa lagi ada kabar korban pelecehan seksual dipaksa menandatangani surat damai oleh pelaku.
Salah satu netizen dengan akun @kemalpalevi mengatakan:
‘Yang terhormat, Bapak Ketua KPI, sehat? Dari balasan Bapak di kolom komentar instagram, dan dari berita yang akhir-akhir ini saya baca, kok kayak mengkhawatirkan ya? Kalau lagi gak sehat, mending mundur atuh pak
[br]
Profil Ketua KPI Agung Suprio
Biodata Agung Suprio:
Nama Lengkap: Agung Suprio
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 2 September 1975
Umur sekarang: 46 Tahun
Akun: Instagram @agung_suprio
Pendidikan:
- S1 Ilmu Politik Universitas Indonesia (1994-2001)
- S2 Ilmu Politik Universitas Indonesia
Perjalanan Karier
Agung Suprio memulai karirnya sejak kuliah di program sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI).
Meskipun dirinya menempuh kuliah sangat lama yaitu tujuh tahun lebih dari 1994-2001, yang dikarenakan pada masa itu terjadi peralihan kekuasaan dari masa Orde Baru ke masa reformasi.
Agung Suprio menjadi demonstran jalanan sejak 1997- 1998 dan dipercaya sebagai Koordinator Nasional UNFRELL (University Network For Free and Fair Election) pada 1999.
Usai pemilu, Agung Suprio menjadi anggota Badan Pekerja Cetro (Center for Electoral Reform) pada 2000 - 2001 bersama tokoh nasional seperti almarhum Nurcolish Madjid dan Todung Mulya Lubis.
Selain sibuk di dunia politik, dirinya juga sibuk sebagai aktivis.
Ketua KPI ini juga sempat menjadi penyiar di radio MS 3 FM sebuah radio yang berada di frekuensi 104.2 FM pada 1999 - 2001.
Dan di tahun 2001, Agung Suprio juga bekerja di radio Smart FM yang berada pada frekuensi 95.9 FM.
Selanjutnya, Agung Suprio mendirikan Vilters (Center for Civil Military Studies) bersama koleganya dari UI di tahun 2001.
Vilters adalah obsesinya merealisasikan skripsi di bidang Ilmu Politik tentang hubungan sipil-militer di era baru. Hasilnya pun menerbitkan sebuah master piece.
Kemudian, Agung Suprio melanjutkan S2-nya dengan jurusan dan universitas yang sama ketika menempuh S1.
Dan ia pun didaulat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa dan Alumni Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Di tahun 2015, Agung Suprio menjabat sebagai direktur eksekutif Indonesia Public Policy Intitute (IPPI).
Di tahun 2016, Agung Suprio terpilih menjadi penyiar tamu di TVRI dalam acara ‘titik temu’.
Selanjutnya di tahun yang sama, dirinya juga dipilih menjadi komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2016-2019.
Agung Suprio diamanahkan sebagai Koordinator bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran hingga menjabat menjadi Ketua KPI Pusat 2019-2022. (PNC/Detik/PikiranRakyat)