Ditinggal Mati Suami karena Covid-19, Bidan Desa Cantik Ini Pilih Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

- Jumat, 09 Juli 2021 11:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir072021/_4408_Ditinggal-Mati-Suami-karena-Covid-19--Bidan-Desa-Cantik-Ini-Pilih-Akhiri-Hidup-dengan-Gantung-Diri.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Sumini (35), bidan desa cantik yang akhiri hidup dengan cara gantung diri.

PATI, Pesisirnews.com - Sumini (35), bidan desa cantik yang bertugas di Puskesmas Pucakwangi 01, Desa Karangrejo, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memilih mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Kasus bunuh Sumini pada Selasa (6/7/2021), menyita perhatian khalayak di sana.

Tindakannya itu sungguh disesalkan. Apalagi, ia masih memiliki anak yang membutuhkan kasih sayang ibunya.

Sumini diketahui tengah menjalani isolasi mandiri sejak 26 Juni 2021. Sepekan sebelumnya, suaminya, Nurozaq (40 tahun), meninggal dunia karena terjangkit Covid-19.

Diduga karena patah semangat dan merindukan suaminya, Sumini memilih gantung diri di kamarnya untuk menyusul suaminya ke alam kubur.

[br]

Tewasnya Sumini pertama kali diketahui oleh anaknya pada keesokan harinya, sekitar pukul 5 pagi, saat anaknya hendak membangunkan Sumini untuk salat subuh.

Begitu masuk ke kamarnya, anaknya mendapati Sumini sudah dalam keadaan tergantung. Ia menggunakan kabel setrika dan kain jilbab untuk membuat tali yang menjerat lehernya.

Karena ketakutan, sang anak kemudian memberitahu jiran tetangga atas apa yang terjadi pada Sumini. Tetangganya lantas melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

Jasad Sumini sempat dibawa ke RSUD Soewondo sebelum kemudian dimakamkan dengan protokol kesehatan. (Pnc/Indozone)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait