JAKARTA, Pesisirnews.com - Dua wanita di Jakarta Barat menjadi korban dokter kecantikan abal-abal setelah suntik filler payudara berakibat infeksi parah yang membuat ‘bukit kembar’ kedua korban bolong dan bernanah.
Dilansir dari surya.co.id, Selasa (6/4/2021), sang dokter abal-abal berinisial STR yang melayani suntik filler payudara tersebut telah ditangkap anggota Reskrim Polres Metro Jakarta Barat pada Rabu (31/3) lalu.
Dari keterangan polisi, tersangka STR dipastikan bukan seorang dokter.
Ketika laporan berlangsung, dua wanita yang menjadi korban dokter abal-abal, payudaranya bernanah hingga harus menjalani operasi di rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, menjelaskan pada Senin (5/4/2021), STR ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Pondok Pucung, Tangerang Selatan.
"Benar kami baru saja menangkap pelaku penyuntik filler di Pondok Pucung, Tangerang Selatan," ujarnya.
Tersangka ditangkap oleh Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri.
AKP Fahmi, menjelaskan tersangka penyuntik filler ini bukanlah seorang dokter.
Saat rumahnya digeledah, penyidik menemukan barang bukti berupa alat anestesi, alat sisa suntikan dan beberapa botol filler.
"Nanti akan kita sampaikan secara detail saat rillis yang akan disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat," ucapnya.
[br]
Diketahui sebelumnya polisi telah menerima laporan kepolisian dari dua wanita berinisial T dan D yang menjadi korban penyuntikan filler payudara abal-abal.
Karena penyuntikan itu, kedua korban alami nanah dan bolong di payudarannya hingga harus menjalani operasi untuk menyembuhkan dampak filler payudara. Kedua korban melaporkan kasus ini Ke Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (31/3/2021).
Polisi menduga korban operasi filler payudara abal-abal lebih dari dua orang. Maka dari itu Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat membuat posko pengaduan untuk korban dokter abal-abal tersebut.
"Diduga korbannya cukup banyak dan sangat membahayakan masyarakat," kata Arsya dalam keterangan tertulisnya Kamis (1/4/2021).
Selain menerima laporan, pihaknya juga bakal membuka posko pengaduan korban filler payudara di Polres Metro Jakarta Barat.
Sehingga, siapa saja korban yang alami hal serupa, bisa melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat untuk ditindak lanjuti.
"Saat ini pelaporannya terkait dengan kegiatan melakukan perbuatan tenaga kesehatan tapi tidak dilengkapi dengan izin," jelas Arsya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah menerima dua laporan polisi dari korban operasi payudara gadungan itu.
Sumber: (surya.co.id)