Abu Janda Tanggapi soal Islam Agama Arogan: Itu Konteksnya Autokritik

- Jumat, 29 Januari 2021 15:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012021/_4297_Abu-Janda-Tanggapi--soal-Islam-Agama-Arogan--Itu-Konteksnya-Autokritik.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
 Pegiat Medsos, Permadi Arya alias Abu Janda. (CNN Indonesia) 

JAKARTA, Pesisirnews.com - Aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menanggapi soal kicauannya yang menuai kontroversi dan kritik di kalangan warganet mengenai Islam agama arogan merupakan bentuk autokritik atau kritik terhadap diri sendiri.

Dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (29/1/2021), kasus ini bermula saat Permadi Arya berkicau di akun Twitter-nya bahwa agama Islam adalah agama pendatang dari Arab. Sementara, agama asli Indonesia itu adalah Sunda Wiwitan dan kepercayaan lainnya.

"Islam memang agama pendatang dari Arab, Agama Asli Indonesia itu Sunda Wiwiwtan, Kaharingan dll. Dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal @awemany," kicaunyalewat akun@permadiaktivis1, Senin (25/1).

Pegiatmedia sosial lainnya, Akhmad Sahal, menampik tuduhan Permadi mengenai Islam Arogan. Menurutnya, tak semua aliran Islam melarang tradisi lokal.

"Twit @permadiaktivis1 yang bilang Islam sebagai arogan ini ngaco banget. Memang ada aliran Islam tertentu yang haramkan tradisi lokal, tapi muslim yang menentang aliran tersebut banyak sekali. Paham keislaman NU justru sangat ramah dengan tradisi lokal. Menyebut Islam argoan itu koplak!" kata dia,lewat akun @sahaL_AS, Rabu (27/1)

Permadi menjelaskan kepada Sahal bahwa cuitan ituadalah respon terhadap kicauan mantan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang dianggapnya provokatif.

"Jangan diambil tanpa konteks donk yai @sahaL_AS , itu ngejawab cuitan tengkuzul yang provokatif rasis, bukan twit mandiri di temlen," tulis Permadi membalas cuitan Sahal.

Namun, menurut Sahal sikap yang dilakukan oleh Permadi salah. Menurutnya, Permadi tak bisa menjadikan Tengku Zul sebagai representasi Umat Islam secara keseluruhan.

"Kalo gitu, harusnya fokus aja mengkritik paham keislaman Tengkulzul cs, bukan melabeli Islam sebagai arogan. Tengkuzul memang Islam. Tp Islam jauh lebih luas dan lebih beragam. Islam tak Identik dengan Tengku Zul," protesnya Sahal lewat Twitternya, Rabu (27/1).

Menanggapi cuitan itu, Permadi mengkarifikasi jika cuitannya juga merupakan sebuah otokritik.

"Itu konteksnya otokritik yai.. jadi islam di situ (kita islam) yang arogan," balas Permadi Arya menanggapi kritik dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Serikat Akhmad Sahal.

Permadi belum menjelaskan lebih lanjut maksud dari cuitannya yang menyebut Islam arogan adalah sebuah otokritik. Sampai saat ini Permadi belum menanggapi permintaan klarifikasi dariCNNIndonesia.com.

Sumber: (CNN Indonesia)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan

Peristiwa

Bupati Herman Tinjau Islamic Center Syekh Abdurrahman Siddiq, Siap Lanjutkan Pembangunan

Peristiwa

PJ Bupati Erisman Yahya Pimpin Rapat Kelanjutan Pembangunan Islamic Center di Tembilahan

Peristiwa

Pj Bupati H Erisman Yahya Adakan Pertemuan untuk Percepatan Penyerahan Masjid Islamic Centre

Peristiwa

Pj Bupati Inhil Herman Buka Secara Resmi Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam

Peristiwa

Menkopolhukam Minta Ormas Islam Kawal Pemilu 2024 Berjalan sesuai Jadwal