Alamak, Wanita Cantik ini Lebih Memilih Menikah dengan Sebuah Koper Dibanding Lelaki

- Selasa, 12 Januari 2021 22:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012021/_9440_Alamak--Wanita-Cantik-ini-Lebih-Memilih-Menikah-dengan-Sebuah-Koper-Dibanding-Lelaki.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Rain Gordon dengan "suaminya" Gideon yang merupakan sebuah koper (dok. Caters)

Moskow, Pesisirnews.com - Kisah pernikahan unik dan tak biasa dilakoni seorang perempuan asal Rusia bernama Rain Gordon.

Rain diketahui baru saja menikahi kekasihnya yang bernama Gideon yang dipacarinya selama lima tahun.

Pernikahan Rain ramai diperbincangkan lantaran ia menikah bukan dengan seorang lelaki. Gideon yang disebut sebagai suaminya itu ternyata hanyalah sebuah benda mati berbentuk koper.

Menurut pengakuan perempuan 24 tahun asal Moskow ini, dirinya memiliki ketertarikan secara seksual dengan objek dan benda mati.

"Ketertarikanku dengan objek dan benda mati berawal dari umur 8 tahun. Sejak kecil aku percaya bahwa roh itu menempel pada objek dan benda di sekeliling kita. Aku penganut animisme, artinya ada kehidupan dalam semua hal," cerita Rain Gordon seperti dilansir Kumparan yang mengutip dari Metro.

Uniknya, perjumpaan Rain dengan Gideon si koper berawal dari sebuah toko hardware pada Agustus 2015 silam. Rain kala itu tengah memilih barang untuk keperluan photoshoot dan menemukan koper berwarna silver tersebut hingga akhirnya 'jatuh cinta' pada barang itu.

[br]

Tanpa pikir panjang, Rain membeli koper tersebut dan menyimpan di rumahnya. Menurut pengakuan Rain, keduanya mulai bercerita dan menghabiskan waktu bersama hingga akhirnya memutuskan berkencan pada November 2015.

Setelah 'pacaran' selama lima tahun, Rain menikahi Gideon pada Juli 2020 lalu yang dilakukan secara sederhana, dengan bertukar cincin yang dilakukan di sebuah kamar hotel. Namun Rain sadar, bahwa pernikahannya ini adalah ilegal menurut hukum negara Rusia.

"Sejak kecil hingga remaja, aku jatuh cinta dengan tempat. Misalnya tempat belanja di kotaku. Aku tahu ini salah dan tak bisa diterima oleh norma masyarakat, makanya aku tidak bilang siapa-siapa. Jatuh cinta dengan sebuah objek tidak dapat diprediksi, sama halnya seperti jatuh cinta dengan manusia," kata Rain lagi.

Meski mengaku jatuh cinta dengan sebuah benda mati, Rain juga tetap menjalani hubungan dengan sesama manusia.

Pada 2017 lalu, ia rupanya pernah berkencan dengan seorang pria. Tetapi, Rain merasa dirinya tidak memiliki chemistry yang besar, seperti chemistry-nya dengan Gideon.

"Aku tidak menentang hubungan dengan manusia, tapi aku tak pernah menemukan diriku merasa nyaman dan membuatku tertarik, seperti rasa ketertarikanku kepada Gideon. Aku pacaran dengan pria pada 2017 tapi kami putus 2 tahun kemudian. Dia mengetahui obsesiku kepada objek dan benda mati dan ini adalah alasan mengapa kami putus," demikian tutup Rain Gordon.

Editor
:

Berita Terkait

Peristiwa

Wabup Yuliantini Apresiasi Kreativitas Anak Muda Inhil Lewat Pekik Merdeka Vol. 3

Peristiwa

Bupati Herman Apresiasi Miftahul Hidayah, Dorong Pesantren Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Peristiwa

Pabrik Miras di Bogor Didemo ormas Islam Buntut Skandal Penistaan di Event The Sounds Project, Sepakat Berhenti Beroperasi 7 Hari

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Pasang Spanduk Larangan Balap Liar di Parit 19 dan 21

Peristiwa

Bupati Herman Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI Secara Virtual

Peristiwa

Wakapolres Inhil Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Batang Tuaka, Wujudkan Kehadiran Negara di Wilayah 3T