TEXAS, Pesisirnews.com - Sepasang suami istri yang bekerja sebagai guru di distrik sekolah yang sama dilaporkan meninggal karena komplikasi virus corona pada Minggu ini.
“Yang membuat suasana semakin haru, pasangan suami istri itu meninggal dengan saling berpegangan tangan,†kata keluarga mereka seperti dikutip nydailynews.com, Jumat (18/12/2020).
Paul dan Rosemary Blackwell telah menikah selama 30 tahun, mereka berdua meninggal di Rumah Sakit Metodis Harris di Fort Worth.
Hanya beberapa menit setelah kematian Paul, istrinya menyusul sambil memegang tangannya, NBC News melaporkan Rabu (16/12).
Menurut pihak keluarga, pasangan itu telah dirawat intensif selama sekitar dua minggu dan menghabiskan beberapa hari di ventilator setelah tertular Covid-19 tepat sebelum Thanksgiving.
“Ini benar-benar merugikan mereka dengan cukup cepat,†kata salah satu putra mereka, Shawn Blackwell, kepada wartawan NBC.
Keluarga tersebut dilaporkan memutuskan untuk menghentikan dukungan hidup pasangan itu setelah berkonsultasi dengan dokter pada hari Minggu (14/12).
“Ayah saya tidak akan bertahan terlalu lama dan ibu saya ada di belakangnya,†kata Shawn Blackwell kepada NBC.
[br]
Menurut distrik setempat, Paul Blackwell (61), adalah seorang guru pendidikan jasmani, mentor dan pelatih di Sekolah Menengah Fannin, tempat dia bekerja selama lima tahun terakhir.
Sedangkan Rosemary Blackwell (65), adalah seorang guru kelas dua dan pendidik dengan masa kerja terlama di Travis World Language Academy, tempat dia mengajar selama dua dekade, kata Grand Prairie Independent School District dalam sebuah postingan di Facebook minggu ini.
"Rose Mary dan Paul akan sangat dirindukan. Pikiran dan doa kami ditujukan kepada keluarga, teman, rekan kerja, dan siswa mereka baik saat ini maupun sebelumnya,†kata pejabat sekolah dalam postingannya.
Sebagai informasi, Texas memiliki salah satu tingkat infeksi dan kematian Covid-19 terburuk di AS.
Negara bagian itu telah menyaksikan lebih dari 1,5 juta kasus dan hampir 25.000 kematian sejak pandemi dimulai, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.
Pejabat negara pada hari Rabu (16/12), mengkonfirmasi hampir 15.000 infeksi baru dan lebih dari 250 kematian akibat Covid-19.
Sumber: (nydailynews.com)