Gara Gara Himpitan Ekonomi,Ibu Muda Ini Gorok 3 Anaknya Hingga Tewas

Haikal - Kamis, 10 Desember 2020 15:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122020/_121_Gara-Gara-Himpitan-Ekonomi-Ibu-Muda-Ini-Gorok-3-Anaknya-Hingga-Tewas.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi pembunuhan

PESISIRNEWS.COM - Perempuan 30 tahun itu melakukan aksi pembunuhan tersebut di rumahnya di Desa Banua Sibohou, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara,diduga stres karena faktor ekonomi tega membunuh ke 3 orang anaknya kandungnya.

Ketiga korban masing-masing berinisial YL (5), SL (4), dan DL (2). Peristiwa terjadi pada Rabu kemarin, 9 Desember 2020

Di Kabupaten Nias Utara diketahui tengah melaksanakan pemilihan bupati dan wakil bupati. "Kejadian itu, terjadi saat ayah korban sedang menggunakan hak pilihnya ke TPS kemarin," kata Paur Humas Polres Nias, Aiptu Yadsen Hulu kepada wartawan, Kamis, 10 Desember 2020.

Kronologi kejadiannya, ayah korban bernama Nofedi Lahagu alias Ama Fina yang merupakan suami pelaku, pergi ke TPS II Desa Banua Sibohou, Rabu pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.

Dia pergi bersama putri sulungnya, SL, serta ayahnya, Faomambòwò Lahagu alias Ama Oti, dan ibunya Setiani Zega alias Ina Oti.

Saat itu mereka pamit pada MT yang tinggal di rumah bersama tiga putranya, YL, SL, dan DL. TPS yang mereka datangi jaraknya sekitar 5 Km dari rumah yang ditempati Nofedi, MT dan 4 anak mereka, serta Faomambòwò dan Setiani.

“Rumah mereka masuk ke pedalaman dan hanya terdapat beberapa rumah, jarak tiap rumah berjauhan,” ujar Yadsen[br]

Mereka pun pulang ke rumah sekitar pukul 12.00 WIB. Faomambòwò, Setiani, dan SL pulang ke rumah. Sementara Nofedi masih tinggal di TPS.

Saat tiba di rumah sekitar pukul 13.30 WIB, Faomambòwò melihat YL, SL, dan DL, dalam keadaan sudah tak bergerak dengan lumuran darah.

Kemudian, mereka melihat ada luka gorok di leher para korban. Sementara, MT tidur telentang di samping mereka. Sebilah parang ada di sisinya. Keluarga kaget melihat kejadian tersebut.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Nofedi tiba di rumah dan diberitahu mengenai kejadian itu.

Warga sekitar melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian. Personel Polsek Tuhemberua mendapat informasi telah terjadinya peristiwa pembunuhan itu.

Kapolsek Tuhemberua AKP Ibe J Harefa bersama Kasat Reskrim Polres Nias AKP Junisar R Silalahi dan jajaran personelnya langsung menuju tempat kejadian.

“Jasad ketiga korban dievakuasi ke RSUD Gunungsitoli untuk dilakukan visum et repertum,” ujar Yadsen.

Polisi juga sudah memeriksa MT. Dari pemeriksaan awal itu, diketahui motif membunuh ketiga anaknya.

“Pelaku melakukan pembunuhan tersebut karena faktor impitan ekonomi,” jelas Yadsen.

Sumber : viva

[br]


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

7 Juara Ketinting Inhil Berlaga di Pelalawan Racing Boat Tahun 2026

Peristiwa

Seekor Buaya Muncul Disekitaran Pos Polairud Inhil Parit 19 Tembilahan

Peristiwa

UMKM Inhil Unjuk Gigi di Puncak HUT Dekranas ke-46, Produk Kriya, Wastra, dan Kuliner Tampil di Tingkat Nasional

Peristiwa

Bupati Herman Pimpin Penguatan Verifikasi KLA, Targetkan Predikat Lebih Tinggi

Peristiwa

BPBD Inhil Evakuasi Rumah Warga Terdampak Angin Kencang, Satu Keluarga Mengungsi

Peristiwa

Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran Polres Inhil