TOMSK, Pesisirnews.com - "Grave Mayhem 2020" atau perlombaan menggali kuburan tercepat yang dijadwalkan berlangsung di Timur Jauh Rusia pada awal musim panas ini terpaksa ditunda.
Pihak penyelenggara memutuskan menunda acara perlombaan itu karena pandemi Covid-19 masih terus terjadi dan masih cukup banyak menimbulkan korban jiwa.
Lomba menggali kuburan tercepat yang di klaim pertama kalinya dibuat ini, rencanannya akan berlangsung di Siberia.
Tetapi panitia kemudian membuat beberapa perubahan lokasi dan penjadwalan ulang agenda kegiatan lomba.
Alexander Sharabayev, kepala layanan pemakaman di wilayah Tomsk mengatakan kepada media lokal vtomske.ru. yang dikutip themoscowtimes.com, Kamis (10/9/2020), menyampaikan tujuan utama lomba adalah untuk menilai para penggali, meningkatkan layanan dan kualitas mereka terhadap pihak keluarga yang anggota keluarganya akan dimakamkan.
[br]
Adapun kriterianya, setiap kontestan diminta untuk menggali lubang kuburan menggunakan sekop dengan panjang 2 meter, lebar 0,8 meter, dan kedalaman 1,6 meter, dengan penilaian juri atas penampilan mereka.
Para penggali kubur peserta lomba dinilai dari seberapa cepat waktu yang mereka gunakan menggali kuburan dan ‘kualitas’ dari lubang kubur yang mereka buat.
“Kami ingin memahami berapa banyak waktu yang mereka (penggali kubur-red) habiskan untuk bekerja,†kata Sharabayev.
Sebelumnya lima tim dari seluruh wilayah Tomsk telah berlomba di pemakaman lokal akhir pekan lalu.
Pemenangnya adalah seorang anak kampung Tomsk yang berhasil menggali kuburan dalam waktu 52 menit, sementara peserta yang kalah mencatat waktu 68 menit.
“Kami pasti akan mengadakan kontes baru dan berskala lebih besar,†kata Sharabayev.
Kompetisi para penggali kubur selanjutnya dijadwalkan pada Mei 2021 mendatang di Novosibirsk, Rusia.