MICHIGAN, Pesisirnews.com - Dorothy Pollack, seorang wanita berusia 103 tahun menghabiskan hari-harinya di sebuah panti jompo di Muskegon, Michigan, Amerika Serikat (AS). Dia berada disana dalam isolasi selama pandemi virus corona.
Beberapa minggu setelah keluar dari panti jompo, entah dari mana Pollack memutuskan ingin memiliki tato.
Perawat di rumah mengatakan Pollack sangat tertekan dan kami harus mengeluarkannya.
“Kami tidak tahu bagaimana dia sebenarnya. Dia sangat sulit mendengar sehingga panggilan telepon tidak membantu,†kata perawat dikutip wnem.com, Senin (10/8/2020) dari CNN.
Cucunya Teresa Zavitz-Jones menimpali, "Covid-19 membuat nenek merasa dipenjarakan selama berbulan-bulan di panti jompo.â€
[br]
Rupanya Pollack yang suka minum bir dan makan burger ini punya beberapa daftar keinginan sebelum dirinya meninggal dunia.
Salah satunya dia ingin di tato. Dan tato katak menjadi pilihannya karena dia sangat menyukai hewan amfibi itu.
"Ini sangat menarik karena bertahun-tahun lalu cucu saya ingin saya mendapatkannya dan saya memilih tidak akan melakukannya. Tetapi Tiba-tiba, aku memutuskan ingin memilikinya. Dan jika bisa, aku ingin tato seekor katak. Karena aku suka katak," katanya sambil tertawa.
Pada hari Jumat (8/8/2020), Pollack mengunjungi seniman tato dan dengan sabar duduk menunggu tato kataknya siap dikerjakan. Tato itu sekaligus merupakan tato pertamanya.
Tidak terlihat ekspresi kesakitan di wajah Pollack saat kulit rentanya menerima tusukan jarum tato, bahkan terlihat dia dapat menikmatinya.
Pollack telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengurus keluarganya dengan penuh cinta dan dia membuktikan kepada dunia bahwa tidak ada kata tua jika Anda ingin mewujudkan impian Anda.
Non Reportase