Diprotes, Pemkot Solo mengecat jalan di depan balai kota yang 'mirip salib'

- Sabtu, 19 Januari 2019 20:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012019/3687_Diprotes--Pemkot-Solo-mengecat-jalan-di-depan-balai-kota-yang---039-mirip-salib--039-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
FAJAR SODIQ UNTUK BBC NEWS INDONESIAImage caption Sebagian paving blok dicat abu-abu untuk membuat desain jalan tak lagi menyerupai salib, namun menjadi delapan penjuru mata angin. 

PESISIRNEWS.COM-Setelah sebelumnya Pemerintah Kota Solo mengatakan tidak akan mengubah desain mosaik koridor di depan balai kota Solo yang disebut berbentuk salib, akhirnya Pemkot pun 'mengalah' dan memutuskan untuk mengecat sebagian mosaik itu.

"Cagak (tiang) yang berwarna merah dan bentuknya seperti salib itu diganti warnanya sudah selesai. Ditutup dengan cat," kata Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo usai meninjau bagian mosaik yang kini telah dicat warna abu-abu pada Jumat (18/01).

Dengan ditutup cat abu-abu, menurut Achmad, gambarnya kini tidak lagi menyerupai salib, namun seperti "bunga atau delapan penjuru mata angin."

Solusi sementara ini -- karena paving blok berwarna yang aslinya belum diganti sedang cat dapat luntur- dibuat setelah ratusan orang dari berbagai organisasi Islam yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta menggelar aksi demo pada hari yang sama.

Massa yang berdemo membawa poster penolakan mosaik yang disebut mirip salib di Jalan Jenderal Sudirman, Solo, dan membawa foto jalan yang dipotret dari atas untuk menegaskan bentuk mosaik itu menyerupai salib.

"Tidak boleh ada salib di depan Balai Kota Solo yang menjadi tempat publik. Di mana secara nyata simbol itu sangat nyata terlihat," kata Koordinator aksi demo, Muhammad Sigit kepada wartawan di Solo, Fajar Sodiq, untuk BBC News Indonesia.

Pemkot menyatakan mosaik yang mengelilingi Tugu Pemandengan itu berbentuk delapan arah mata angin, dan bukan berbentuk salib - simbol umat Nasrani.

Pemkot Solo kemudian menggelar pertemuan dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Solo, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), yang hasilnya disampaikan pada saat aksi masih berlangsung:

"Kami usul supaya betul-betul menjurus menjadi bentuk mata angin. Bagian yang papak itu dibuat lancip atau runcing. Karena filosofi gambar itu delapan penjuru mata angin, hanya saja yang digambar tebal itu empat dan empat lainnya kecil," kata Ketua MUI Solo, Subari.

"Dari Gusti Puger (Keraton Solo) minta delapan penjuru mata angin itu dibuat sama. Tidak yang empat besar dan empat kecil," tambahnya.

Subari sebelumnya menyayangkan cara pandang yang cuma melihat mosaik itu dari atas yang seolah-olah mirip salib. Padahal, jika dilihat dari sisi samping, terlihat jelas jika yang ada di tengah itu adalah Tugu Pemandengan.

"Marilah kita berpandangan secara jernih. Jangan digothak-gathuke, otak atik jadi mathuk istilah Jawanya," katanya pada Kamis (17/01).

"Tidak boleh ada salib di depan Balai Kota Solo yang menjadi tempat publik. Di mana secara nyata simbol itu sangat nyata terlihat," kata Koordinator aksi demo, Muhammad Sigit

Image caption Massa yang berdemo membawa foto jalan yang dipotret dari atas untuk menegaskan bentuk mosaik itu menyerupai salib.

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, juga menegaskan bahwa Wali kota FX Hadi Massa yang berdemo membawa poster penolakan mosaik yang disebut mirip salib di Jalan Jenderal Sudirman, Solo, dan membawa foto jalan yang dipotret dari atas untuk menegaskan bentuk mosaik itu menyerupai salib.Rudyatmo, yang beragama Katolik, tidak ikut merencanakan dan merancang mosaik paving blok di depan balai kota Solo.

"Ini direncanakan oleh perencana yang sudah teken kontrak," kata Achmad.

Sumber
: BBC Indonesia

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi