Pelantikan Doni Ditunda, BNPB: Ada Aturan yang Diperbaiki Presiden

Haikal - Kamis, 03 Januari 2019 02:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir012019/8634_Pelantikan-Doni-Ditunda--BNPB--Ada-Aturan-yang-Diperbaiki-Presiden.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Ari Saputra/detikcom)
PelantikanLetjen Doni Monardosebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ditunda. Pelantikan ditunda karena ada aturan yang diperbaiki mengingat jabatan Kepala BNPB setingkat menteri."Itu ditunda, bukan dibatalkan. Jadi tadi malam dengan perkembangan-perkembangan terkini, karena kepala BNPB adalah pejabat negara setingkat dengan menteri, sehingga ada administrasi yang harus diselesaikan lebih dahulu. Dalam hal ini ada aturan yang akan diperbaiki oleh presiden dalam waktu dekat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jl Pramuka Raya, Jakarta Timur, Rabu (2/1/2019).Dia mengatakan pelantikan Kepala BNPB akan dilakukan dalam waktu dekat. Selanjutnya, Sutopo menjelaskan BNPBmemiliki tantangan besar mengingat kejadian bencana yang meningkat.Selain beberapa penanganan bencana masih dilakukan, BNPB mencatat jumlah masyarakat yang tinggal di daerah rawan juga makin besar. Sutopo menyebut jumlahnya mencapai jutaan jiwa."Karena Kepala BNPB adalah setingkat menteri, pejabat negara, jadi tidak mengenal pensiun, dan Kepala BNPBlangsung bertanggung jawab kepada Presiden. Dan banyak tugas-tugas yang perlu dilakukan, tantangan tentu besar, berat, apalagi kejadian bencana begitu meningkat," kata Sutopo."Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana juga semakin besar, jutaan, mereka harus kita lindungi dengan tingkat mitigasi yang minim. Tingkat kesiapsiagaan masyrakat masih sangat terbatas, oleh karena itu tugasnya jadi berat," sambungnya.Sutopo mengatakan saat ini pemerintah masih menyelesaikan penanganan korban terdampak bencana termasuk dengan melakukan relokasi. Beberapa yang masih ditangani yakni terkait erupsi Gunung Sinabung; penanganan pasca gempa di Lombok; penanganan pasca gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah; dan penanganan korban tsunami di Selat Sunda."Jadi tidak mudah menjadi Kepala BNPB, di UU disebutkan Kepala BNPB harus orang yang profesional, memiliki strong leadership, karena harus kuat di keadaan darurat," ucapnya.Diketahui, pada Rabu (2/1) pagi rencana pelantikan Letjen Doni Monardoditunda. Doni akan menggantikan Willem Rampangilei yang menjabat Kepala BNPB sejak 2015.Istana beralasan Presiden Jokowi harus bertolak ke Provinsi Lampung untuk meninjau wilayah terdampak tsunami Selat Sunda."Mohon maaf, pelantikan Kepala BNPB tidak jadi besok, ditunda. Barusan Mensesneg memberi tahu soal penundaan pelantikan Kepala BNPB yang baru. Pak Presiden mendadak harus ke Lampung," kata Stafsus Presiden Johan Budi SP.

Sumber
: detiknews

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional

Peristiwa

Aksi Heroik Anggota Polsek Kota, Berhasil Amankan Dua Orang Terduga Begal !

Peristiwa

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Monitoring Langsung Pertumbuhan Jagung Usia 8 Minggu

Peristiwa

Perempuan N (36) Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu Berat Kotor 5,19 Gram.

Peristiwa

Pengungkapan Kasus Pengeroyokan,2 Pemuda Diringkus Polisi