Jakarta,Pesisirnews.com-Lembaga Adat Melayu Riau akan memberikan gelar adat kepadaPresiden Joko Widodo atas jasanya yang telah mengembalikan ladang minyak BlokRokan yang selama 60 tahun dikelola oleh Caltex yang kini berubah nama menjadiPT Chevron Indonesia kepada pangkuan Republik Indonesia.
Pada pekan lalu Presiden Joko Widodo telah menerima utusan LAM Riau. Dan TimKampanye Daerah Riau untuk pemenangan calon Presiden Joko Widodo danCawapres Maruf Amin di Istana Merdeka, Jakarta, yang dipimpin oleh Idris Laena, tokoh ternama Riau di Jakarta.
Dalam pertemuan yang sangat bersahaja dan bersahabat di Istana Presiden.Pertemuan menyepakati Presiden Joko Widodo akan mengunjungi rumah adat LAMRiau di Pekanbaru untuk mengikuti prosesi penasbihan tokoh adat Riau. Yang untukpertama kalinya yang dinobatkan kepada Presiden Republik Indonesa, yang akan berlangsung pada tanggal 15 Desember2018 yang akan datang.
Agendanya bukan pada tanggal 8 Desember 2018 besok, seperti yang diberitakansebelumnya, kata Idris Laena Ketua Tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin.
"Kami dari tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin tentunya sangat menyambutgembira atas kesediaan Presiden Jokowi yang sudi mau menerima gelar adatMelayu Riau. Dengan demikian masyarakat Riau telah menganggap Jokowi sebagai keluarga besar orang Malayu Riau. tak ubahnya seperti bapaknya sendiri untuk gunamelindungi bumi Melayu Riau dan memajukan ekonomi masyarakat Melayu Riau,jelasnya.
Bagitu juga masyarakat Riau mengapresiasi atas perhatian Jokowi yang telahmembangun Riau lewat program pembangunan yang kongret dan sudah terlihathasilnya secara nyata, agar supaya Riau lebih maju lagi kedepannya, kata Idristokoh Partai Golkar asal Riau ini.
Sudah barang tentu bagi tim kampanye daerah pemenangan calon Presiden JokoWidodo dan Cawapres Maruf Amin. Penobatan Jokowi sebagai tokoh Adat Riauakan memberikan pengaruh besar untuk kemenangan Jokowi dan Maruf Amin diBumi Lancang Kuning.
Dengan demikian target perolehan suara 60 persen di Riau untuk calon PresidenJokowi dan Maruf Amin, insyallah akan terbuka lebar, tegas Idris Laena.