PEKANBARU-Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, Harimau Sumatera yang berhasil dievakuasi setelah terjebak di kolong ruko di Pulau Burung, Indragiri Hilir selama empat hari diketahui memiliki bobot sekitar 80 kilogram dengan usia sekitar 3 tahun.
Suharyono memastikan, kondisinya secara umum sehat dan masih agresif. Sorot matanya tajam. Meski di beberapa bagian tubuhnya ada bekas luka karena terkena jerat. Seperti di kaki, serta ada gigi taringnya yang retak.
Harimau Sumatera berjenis kelamin jantan itu juga diberi nama Atan Bintang. "Kami beri nama Atan Bintang. Atan artinya anak bujang (laki-laki) dalam bahasa Melayu, kalau Bintang karena penyelamatannya di tengah malam pas masih ada bintang. Jadi kami beri namanya Atan Bintang," urainya.
Diberitakan sebelumnya, evakuasi membutuhkan waktu cukup panjang. Sebelum dievakuasi, petugas sempat menembakan dua kali bius. Setelah ditembak bius kedua, sang raja hutan tersebut baru bisa dievakuasi.
Suharyono menyebut, kini Harimau Sumatera tersebut sedang berada dalam kandang evakuasi. Dia diperjalanan untuk dibawa Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Yayasan Arsari di Dharmasraya, Sumatera Barat.
"Kenapa dibawa ke sana, karena itulah lokasi terdekat, peralatan cukup lengkap, tim medis tersedia di sana untuk melakukan rehabilitasi," papar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono.
Dikatakan, Harimau Sumatera tersebut berada di sana, sifatnya hanya sementara untuk dilakukan observasi, pengobatan hingga pulih kembali. "Secepat mungkin akan kita lepasliarkan. Kita harapkan tidak terlalu lama untuk dilepasliarkan. Supaya Harimau Sumatera ini mendapatkan ruang hidup yang sangat bebas," tuturnya.
sumber;tribunpekanbaru/fokusriau