Mahfud MD Pun Bernyanyi Janjimu Dahulu Itu Palsu, Asyiknya Nonton E-Talkshow tvOne

Haikal - Sabtu, 10 November 2018 14:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112018/pesisirnews_Mahfud-MD-Pun-Bernyanyi-Janjimu-Dahulu-Itu-Palsu--Asyiknya-Nonton-E-Talkshow-tvOne.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Keterangan foto tvOne

SURABAYA-Viral! E-Talkshow tvOne bersama Mahfud MD dengan host Wahyu Muryadi, mantan Pemred Majalah Tempo, viral di media sosial. Sampai Sabtu (10/11/2018) rekaman tersebut masih menjadi tontonan publik.

Lagu yang dibawakan Mahfud MD, benar-benar mengingatkan kita tentang 'janji palsu'. Ini sekaligus mengingatkan acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TvOne bertajuk Antara Mahar dan PHP. "Waduh Pak Mahfud masih merana, hatinya terasa disiksa," komentar warganet, Sabtu (10/11/2018).

Tak kalah menarik, adalah gaya Wahyu Muryadi yang membolak-balik pertanyaan, membuat penonton cekikikan. Begitu usai Mahfud MD menyanyi, Wahyu yang tampil dengan tubuh kian gemuk, keluar dengan menenteng jas.

"Aaaah luar biasa. Apa kabar," sapa Wahyu dengan menuruskan logat maduranya di E-Talkshow yang berlangsung Jumat (9/11).

Keterangan foto tvOne

Wahyu tampil ceria, ia mengenalkan Mahfud MD kepada penonton dengan sedikit diplesetkan. "Sudah kenal ya? Dia mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, mantan gubernur, eh kok gubernur. Menteri, Menteri Pertahanan zaman kabinet Gus Dur," jelasnya.

Wahyu kemudian menunjukkan jas yang dibawa. "Prof ini saya dititipi. Ini katanya jas yang di Istana itu lho? Yang ketinggalan," kata Wahyu.

Mahfud langsung menyahuti, "Bukan. Yang diminta Istana itu bukan jas, tetapi baju putih seperti yang dipakai Pak Jokowi. Bukan jas, baju biasa," jawabnya.

Wahyu langsung menyambar, "Wah, ngawur ini property. Ngawur, ngawur, ngawur, tak buang saja jas ini," katanya sambil melempar jas tersebut.

"Lagunya itu lho, tadi beliau menyanyi penuh perasaan, menghayati sekali, khusyuk begitu. Judulnya mengapa mengapa, Koes Plus. Kenapa lagu itu yang dipilih Prof?" tanya Wahyu.

"Saya punya kenangan dengan lagu itu. Ketika tahun 70-an, antara 73 dan 74 sangat popular waktu itu. Ketika saya merantau ke Jogja, naik bis dari Madura, sepanjang Surabaya-Jogya lagunya cuma itu saja diulang-ulang, sehingga saya hafal," jawabnya.

"Tapi syairnya itu mendalam sekali, mengapa hatiku merana? Memang Pak Mahfud merana sampai sekarang? Kok ada janji palsu, yang PHP itu siapa? Yang janiinya palsu itu siapa? Apa menunjuk orang?" tanya Wahyu disambut geeer penonton.

"Ndak. Artinya meleset dalam satu rencana itu biasa, kadang sukses, kadang gagal, ada yang tidak direncanakan tapi jalan, itu jalan Tuhan," jelasnya.

Berikut Syair Lagu 'Mengapa Mengapa' Karya Koes Plus yang dinyanyikan Mahfud MD:

Mengapa mengapa

Hatiku merasa merana

Mengapa mengapa

Hatiku terasa disiksa

Tak mungkin tak mungkin

Di dalam hatiku tak yakin

Tetapi tetapi

Semua terjadi begini

Reff: Kau tinggalkan aku

Membuat hatiku tak menentu

Kau dusta padaku

Janjimu dahulu itu palsu. (duta.co)

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi