Kisah Penjual Kripik Membeli Motor Ninja 250 Dengan Uang Receh Seberat 50kg

Haikal - Rabu, 31 Oktober 2018 15:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Kisah-Penjual-Kripik-Membeli-Motor-Ninja-250-Dengan-Uang-Receh-Seberat-50kg.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Berkat kegigihan menabung, mimpi pasangan Siti Maisyaroh (32) dan Selamet Amin (35) untuk memiliki sepeda motor sport akhirnya tercapai. Mereka berhasil membeli sebuah sepeda motor sport setelah mengumpulkan uang receh seberat 50 kg selama dua tahun.Sehari-hari pasutri yang tinggal di Dusun Sumbersono, Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet ini berprofesi sebagai penjual keripik ketela. Saat berjualan, Amin mengaku banyak mendapatkan uang receh pecahan yang dibayarkan pelanggannya. Pecahannya kebanyakan sebesar Rp 500 dan Rp 1.000 dari para pembeli.Suatu ketika Amin melihat anak ketiganya menabung dengan cara mengumpulkan uang receh. Terinspirasi dari itu, Amin dan istrinya memutuskan melakukan hal serupa.

Uang-uang logam itu dimasukkan ke dalam botol bekas air mineral dan bekas kaleng cat. Tak disangka dua tahun berlalu dan uang receh yang terkumpul mencapai angka Rp 18 juta."Dalam satu hari minimal saya kumpulkan Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu uang koin pecahan Rp 500 dan Rp 1.000," kata Amin kepada wartawan di rumahnya, Rabu (31/10/2018).Tumpukan uang koin yang dipakai untuk membeli motor Ninja Foto: Enggran Eko Budianto

Bapak empat anak ini menjelaskan uang receh yang telah dikumpulkannya telah mencapai berat 50 Kg. Untuk menghitungnya pun dia harus dibantu 3 orang pekerjanya.Uang-uang itu kemudian ditumpuk dalam jumlah tertentu lalu ditutup plastik agar tidak ambyar. Setelah itu, Amin membawanya ke sebuah diler motor Kawasaki di Jalan Majapahit, Kota Mojokerto pada tanggal 25 Oktober yang lalu.Uang-uang itu dibawa ke diler dengan dimasukkan ke dalam karung. Amin menambahkan, butuh empat orang untuk mengangkat karung berisi uang-uang itu.

"Sehari sebelumnya saya lebih dulu menanyakan ke diler apakah diperbolehkan membeli motor Ninja dengan uang koin, dan teryata diperbolehkan," terangnya.Amin memang bercita-cita untuk memiliki sepeda motor sport, dan pilihannya jatuh pada sepeda motor jenis Kawasaki Ninja 250 cc. Hanya saja karena harganya mencapai Rp 67,6 juta, maka untuk kekurangannya, Amin membayar menggunakan uang kertas.Motor Ninja 250 yang dibeli dengan uang koin Foto: Enggran Eko Budianto

Kini motor sport impian itu sudah terparkir di teras rumahnya. Ia mengaku menggunakan sepeda motor itu untuk mobilitas sehari-hari.Kendati begitu, Amin tak mau berpuas diri. Ia akan terus menabung uang koin untuk membayar biaya perjalanan umroh ke tanah suci."Semoga bisa untuk berangkat umroh ke tanah suci bersama keluarga. Insyaallah, doakan ya," tandasnya.

(rls/detik.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi