PELAMAR CPNS 2018 membeludak, dan kubu Prabowo-Sandi menyebut hal tersebut sebagai sebuah tragedi di negara bertagline 'Indonesia Maju'.
Ya,tagline Indonesia Maju memang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo (Presiden Jokowi).
Pelamar CPNS 2018 memang amat membeludak. Hal itu tergambar dari jumlah pelamar lulus seleksi administrasi yang mencapai 3,6 juta orang. Padahal kursi CPNS 2018 hanya untuk 238.015 orang.
Kubu Jokowi-Ma'ruf dan kubu Prabowo-Sandi memperdebatkan hal tersebut dalam program acara Mata Najwa di TransTV yang diposting pula oleh akun Najwa Shihab dengan judul 'Mata Najwa - Anak Muda Pilih Siapa:Banjir CPNS: Prestasi atau Tragedi (Part 2)'.
Perdebatan itu dimulai dari orasi singkat selama 90 detik dari perwakilan kubu Jokowi-Ma'ruf, dan kubu Prabowo-Sandi.
Kubu Jokowi-Ma'ruf diwakili Adian Napitupulu, anggota DPR RI dari fraksi PDIP. Sedangkan kubu Prabowo-Sandi diwakili Faldo Maldini, Wasekjen Partai Amanat Nasional.
Dibawah ini adalah orasi singkat dari Adian Napitupulu yang dikutip Warta Kota sesuai video 'Mata Najwa - Anak Muda Pilih Siapa:Banjir CPNS: Prestasi atau Tragedi (Part 2)' :
Saat ini Presiden Jokowi sudah membangun 4000 kilometer jalan, 40 pelabuhan, puluhan bandara,dan sebagainya.
Jalan itu tidak dibangun tidak untuk jalan. Pelabuhan dibangun tidak untuk pelabuhan. Bandara dibangun tidak untuk bandara.
Semua dibangun untuk meningkatkan pertanian, industri, wisata, perkebunan, dan semuanya berarti lapangan kerja buat kita semua.
Semua berarti kesejahteraan buat kita semua, tidak ada bangsa yang bisa dibangun secara instan.
Membangun negara bukan sulap, bukan cuma omong besar, membangun negara butuh kerja-kerja besar.
Membangun negara butuh fakta dan kenyataan, bukan menebarkan hoax bagi rakyat, membangun negara butuh kaum muda.
Kenapa saya bilang membangun negara butuh kaum muda, karena negara yang tidak percaya kaum mudanya maka tidak punya masa depan. Terima kasih.
Berikutnya adalah orasi Faldo Maldini singkat dari Adian Napitupulu yang dikutip Warta Kota sesuai video 'Mata Najwa - Anak Muda Pilih Siapa:Banjir CPNS: Prestasi atau Tragedi (Part 2)' :
Caleg PDI-P terpilih 2014-2019, Adian Napitupulu (Kompas.com)
Kawan-kawan semua, pemilu ini bukan hanya tentang Pak Jokowi dan Pak Kyai Ma'ruf, bukan hanya tentang Pak Prabowo dan Bang Sandi.
Ini tentang kita yang sudah ngantri untuk hadir di gedung ini. Ini tentang saya ,tentang ibu kita, bapak kita, orangtua kita semua.
Pemilu ini, di pemilu ini akan ada banyak lapangan kerja dibuka di kertas suara kita. Akan banyak teman-teman yang punya start up di kertas suara kita.
Akan banyak teman-teman yang jadi pengusaha di kertas suara kita. Tidak ada janji yang tak ditepati lagi untuk membuka lapangan kerja.Tidak ada lagi janji dan moratorium cpns.
Jadikan teman-teman sepakat dengan kata-kata itu. Pilihlah Prabowo-Sandi.
Hari ini banyak sekali pabrik-pabrik yang sudah angkat kaki. Kita kuliah, pulang, lulus, bingung karena tak ada kerjaan.
Susah mencari jodoh dan melamar pacar kita. Oleh karena itu kawan-kawan, Prabowo-Sandi adalah kandidat yang pro membuka lapangan kerja untuk kawan-kawan semua. Yang akan membuat teman-teman menjadi pengusaha.
Nomor 2 Prabowo-sandi di indonesia adil dan makmur. Terima kasih.
Wasekjen PAN, Faldo Maldini (tribunnews)
Perdebatan kemudian dimulai dengan 'gugatan' Faldo Maldini terhadap pembangunan jalan yang gencar dilakukan Presiden Jokowi.
Faldo Maldini mengatakan pada prinsipnya permasalahan Indonesia adalah ekonomi.
"Permasalahan bangsa kita itu 3. Produksi, konsumsi,dan distribusi," kata Faldo Maldini dalam acara debat di Program Mata Najwa itu.
Menurut Faldo Maldini, jalan yang disampaikan Adian Napitupulu adalah bagian dari distribusi.
"Distribusi itu jika kita tidak punya produksi, kita akan impor impor impor terus. Oleh karena itu yang akan dibuat oleh Prabowo-Sandi adalah memperbanyak kapasitas produksi kita," kata Faldo Maldini.
Faldo mengatakan Prabowo-Sandi akan berusah mengolah sumber daya alam semaksimal mungkin, sehingga mendorong pertumbuhan industri Indonesia.
Tapi argumen Faldo Maldini dibungkam langsung oleh Adian Napitupul, politisi yang jauh lebih senior ketimbang Faldo Maldini.
Adian Napitupulu memulai argumentasinya dengan menyebut agak bingung dengan argumen Faldo Maldini.
"Saya agak bingung ya, mungkin nggak bangun pabrik tanpa jalan, mungkin nggak bangun perkebunan tanpa jalan, mungkin nggak membangun industri tanpa jalan ,mungkin tidak membangun pertanian tanpa jalan, mungkin tidak membangun pariwisata tanpa jalan," kata Adian Napitupulu yang lekas membuat tepuk tangan penonton acara itu riuh.
Adian Napitupulu kemudian berpendapat agar jangan dipisah-pisah. Menurut Adian Napitupu, jalan tidak semata-mata persoalan distribusi.
Adian Napitupulu mengatakan jalan juga bagian penting untuk membangun industri,membangun perkebunan,membangun pertanian, dan lainnya.
Kadangkala banyak orang melihat sangat sederhana. Dia melihat jalan hanya kumpulan aspal, dia melihat jalan kumpulan semen. Bukan, jalan adalah arah dan media membangun peradaban dan lapangan kerja," ujar Adian Napitupulu.
CPNS Membeludak
Dalam perdebatan berikutnya, Najwa Shibab, pembawa acara Mata Najwa, mengemukakan isu membeludaknya pelamar CPNS 2018.
Najwa Shihab mencatat jumlah pelamar lulus seleksi administrasi yang mencapai 3,6 juta orang. Padahal kursi CPNS 2018 hanya untuk 238.015 orang.
Najwa Shihab lalu bertanya apakah hal itu prestasi, atau tragedi?
Adian Napitupulu menyebut hal itu tak bisa disimpulkan sebagai sebuah prestasi maupun tragedi
"Kalau ditanya itu prestasi atau tragedi, mungkin jawabannya itulah fakta kita. Ini tidak bisa disimpulkan tragedi,karenafaktanya memang seperti itu. kenapa? bagaimanapun juga jokowi harus memperbaiki warisan kerusakan sekian puluh tahun," kata Adian Napitupulu.
Berikutnya Adian Napitupulu justru menyindir kubu Prabowo-Sandi yang dinilainya kerap tak konsisten dalam protesnya.
"Kenapa kemudian pihak sebelah bicara anti asing, tapi ketika freeport diambil malah marah-marah. Kenapa ketika kemudian disana bilang antek asing, tapi ketika newmont diambil, ngomel-ngomel. Artinya kita mesti konsisten dengan kata-kata kita," ujar Faldo Maldini.
Menurut Adian Napitupulu, apabila memang anti asing, maka seharusnya tindakan Jokowi mengambilalih Freeport dan Newmont harus didukung.
"Karena itu akan jadi jawaban lapangan kerja akan terbuka besar kalau kekayaan alam kita kuasai," kata Adian Napitulu.
Menengadahkan Tangan
Sementara itu kubu Prabowo-Sandi berpendapat berbeda terkait pertanyaan 'Apakah membeludaknya CPNS adalah prestasi, atau tragedi?
Miftah sabri, tim pemenangan Prabowo-Sandi, yang menjawab pertanyaan tersebut.
Miftah Sabri memulai dengan mengatakan tegas bahwa membeludaknya pelamar CPNS 2018 sebagai sebuah tragedi
"Tragedi, karena begini, Prabowo dan Bang Sandi itu percaya dengan anak-anak muda indonesia baru yang bukan lagi menengadahkan tangan mencari pekerjaan, tetapi membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya dengan mengembangkan entreprenur skill," ujar Miftah Sabri.
Maka dari itu, kata Miftah Sabri, dirinya mengaku respek dengan tagline Indonesia Maju yang disampaikan Presiden Jokowi.
Namun, kata Miftah Sabri, di negara maju perbandingan antara entrepreneur dengan masyarakat amatlah besar.
"Kita ini masih sangat rendah, dan ini diakui oleh pidato jokowi terakhir. Maka dari itu, spirit dari entrepreneur ini yang menjadi semangat bang sandi untuk anak-anak muda sekarang, jangan lagi mendaftar pekerjaan, supaya ada spirit wirausaha yang membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya untuk masyarakat indonesia," kata Miftah Sabri.
Mari kita simak video selengkapnya :
Sumber:Wartakotalive.com