Terpeleset Lidah Anwar Ibrahim Saat Pidato Penerimaan Gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa

Haikal - Selasa, 30 Oktober 2018 10:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Terpeleset-Lidah-Anwar-Ibrahim-Saat-Pidato-Penerimaan-Gelar-Doktor-Kehormatan-Honoris-Causa.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Jakarta - Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim terpeleset lidah saat menyebut nama Prabowo dalam pidatonya. Anwar berpidato ketika menerima gelar doktor kehormatan Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang, Senin, 29 Oktober 2018.

"Banyak pimpinan politik hebat di Indonesia, mulai dari Bung Karno, Bung Hatta, Natsir, Prabowo,...maaf Prawoto. Ini panggung sains, ya, saya juga baru ke Istana Bogor menemui Presiden Jokowi. Agar adil, saya ucapkan keduanya," kata Anwar yang disambut tawa hadirin di Auditorium Universitas Negeri Padang di Padang.

Anwar langsung mengoreksi kesalahan penyebutan nama Prawoto yang dimaksud sebenarnya Prabowo. Ia juga spontan menyebutkan nama Presiden Jokowi agar "berimbang". Prabowo Subianto dan Joko Widodo atau Jokowi kini sama-sama maju kembali menjadi calon presiden pada Pilpres 2019.

ADVERTISEMENT

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 30 Agustus 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

Menurut  Anwar, Indonesia sedang dalam tahun politik, insiden kepleset lidah seperti ini dapat menjadi hal yang serius. "Tokoh-tokoh besar di Indonesia ini memberikan perlawanan yang cukup kuat melawan aliran inferioritas. Keyakinan baru dan ada kesungguhan untuk bersaing dengan penjajahan," kata Anwar.

Ia melihat sistem demokrasi yang direpresentasikan melalui pemilu setiap lima tahun sekali, menjadi pintu lahirnya golongan elite yang yang menepikan kepentingan rakyat. Karena itu, dirinya meminta generasi muda untuk kembali belajar dari tokoh besar bangsa Indonesia, tokoh-tokoh bangsa tersebut menggambarkan kaum elite politik yang tetap mengedepankan kepentingan rakyat.

"Tokoh-tokoh berjuang untuk kepentingan rakyat agar rakyat sejahtera dan mendapatkan hak mereka," ujar Anwar. Menurut dia lagi, melalui pendidikan suatu bangsa akan maju. Namun, saat ini kecanggihan bangunan yang besar dan laboratorium yang bagus, membuat mereka jauh dari tujuan untuk mensejahterakan rakyat.

"Mereka cemerlang dalam kecerdasan, namun tidak memiliki hati nurani sehingga masih terjadi diskriminasi ras, jurang pemisah orang kaya dan miskin yang semakin lebar dan lainnya," kata dia.

Alasan Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, menganugerahi Anwar Ibrahim gelar doktor honoris causa karena dinilai berperan dalam pendidikan politik. Pemberian gelar dihadiri Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang.

Anwar Ibrahim merupakan tokoh kedua yang diberikan gelar doktor honoris causa oleh Universitas Negeri Padang dalam dua tahun terakhiri. Sebelumnya Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri juga menerima gelar yang sama pada September 2017.

Sumber:Tempo.co

Berita Terkait

Peristiwa

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Peristiwa

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Peristiwa

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Peristiwa

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Peristiwa

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Peristiwa

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan