Tokoh Garut Desak Oknum Banser Pembakar Bendera HTI Ditangkap

Haikal - Senin, 22 Oktober 2018 20:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Tokoh-Garut-Desak-Oknum-Banser-Pembakar-Bendera-HTI-Ditangkap.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ulama Garut mengecam aksi pembakaran bendera HTI di Garut. (AFP PHOTO / ADEK BERRY)
Jakarta,  -- Tokoh ulama Garut Tatang Mustafa Kamal mengecam aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan Bantuan ansor serbaguna (Banser) Nahdatul Ulama (NU).Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Melangbong Garut itu mendesak agar anggota Banser NU segera menyampaikan permintaan maaf karena anggotanya telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam di seluruh dunia."Banser NU harus segera meminta maaf kepada seluruh umat Islam dunia karena yang dibakar adalah Lailahaillallah Muhammadrasulullah," kata  Tatang lewat video yang diterimaCNNIndonesia.com, Senin (22/10).Ia sangat kecewa dan tidak rela dengan alasan yang dilontarkan Banser NU untuk membakar bendera HTI dengan dalih menyelamatkan kalimat tauhid."Mau itu bendera siapapun atau apapun, itu jelas yang dibakar bendera dengan kalimat tauhid," tegasnya.Sikap Banser NU itu, imbuh Tatang, telah menyakiti hati seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia. Aksi pembakaran ia yakini akan menyulut kemarahan yang sangat besar dari kalangan umat Islam yang masih berakidah dan memegang teguh kalimat tauhid."Jangan coba-coba sakiti hati umat Islam wahai oknum Banser," geramnya.

Atas aksi tersebut, Tatang meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap oknum pembakar bendera HTI yang ironisnya dilakukan di peringatan hari santri."Itu dibakar di hari santri, aparat harus menangkap oknum banser NU pembakar kalimat tauhid itu," tegasnya.Sebelumnya, beredar video berisi belasan anggota Banser membakar bendera hitam bertuliskan ayat Alquran mirip yang dimiliki HTI. Tindakan itu dilakukan oleh mereka seraya menyanyikan laguSyubanul Wathon.Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan hal pembakaran bendera yang dianggap bendera HTI itu. Kejadian terjadi saat perayaan Hari Santri di Garut hari Minggu (22/10) lalu."Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut," tutur Yaqut saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Yaqut mengklaim pembakaran bendera yang mirip dengan milik HTI merupakan upaya untuk menjaga kalimat tauhid. Menurutnya, anggota Banser tidak akan membakar jika bukan kalimat tauhid yang tertera pada bendera."Membakar bendera yang ada tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran," kata Yaqut."Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi, sama mereka tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan," lanjutnya. 

CNN Indonesia

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi