Petobo las vegas nya kota Palu

Haikal - Senin, 15 Oktober 2018 19:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Petobo-lasvegas-nya-kota-Palu.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kondisi kampung Petobo bak hilang ditelan bumi
PALU ? Petobo yang kini dikenal sebagai kampung bergeser pasca gempa Sulawesi Tengah, 28 September lalu, menjadi perhatian dunia.

Pasalnya, daerah ini mengalami fenomena likuifaksi yang menewaskan ribuan warga setempat. Hingga saat ini, ribuan jasad korban diyakini masih berada di bawah lumpur dan tak bisa dievakuasi.

Namun siapa sangka jika Petob itu juga dikenal sebagai pusat perjudian terbesar di Palu sebelum bencana terjadi.Bagi warga Palu, sudah menjadi rahasia umum bahwa di Petobo ada tempat khusus bagi mereka yang suka bermain judi.

Bukan cuma itu, praktik prostitusi juga ada di tempat ini. Bahkan sejumlah bandar narkoba juga diketahui bermukim di Petobo.

Menurut salah seorang warga, Salih (42), Petobo bisa disebut Las Vegas-nya Kota Palu.

Kampung yang berbatasan dengan Kabupaten Sigi itu juga sudah sangat kesohor sebagai tempat judi.

Bahkan pemainnya bukan warga Palu saja. Ada yang datang dari jauh seperti dari Makassar, Manado bahkan dari Surabaya.

"Kami belum pernah ke Amerika, tapi kami biasa menyebut tempat ini (Petobo) sebagai Las Vegas-nya Palu," kata pria yang akrab disapa Chalik itu.

Adapun lokasi perjudian di Petobo bukan di perkampungan warga. Ada sebuah lapangan yang dijadikan pusat praktik perjudian itu.

"Nah, di tempat itulah segala jenis judi ada. Mulai permainan kartu, kupon putih, dadu-dadu, pacuan kuda dan sebagainya. Semua ada dan lengkap," jelasnya.

Chalik menyebut perputaran uang di Petobo setiap hari bisa mencapai Rp1 miliar lebih.

Pasalnya, penjudi yang datang dari berbagai daerah di luar Sulawesi memang bermain dengan nilai taruhan hingga ratusan juta rupiah.

Adapun ibu rumah tangga setempat ada yang memanfaatkan lokasi perjudian itu untuk berjualan beragam jenis makanan dan minuman.

Sehingga membuat perputaran uang saban hari semakin menggeliat, baik di meja judi maupun di kafe-kafe.

Chalik menuturkan, saking doyannya warga bermain judi, sampai perempuan hamil pun kerap jadi objek judi.

Mereka bertaruh jenis kelamin janin yang dikandung.

"Kalau sudah deal, si ibunya di-USG untuk mengetahui siapa pemenangnya," beber Salih.

Meski demikian di kompleks perumahan Petobo tetap ada tokoh agama, ada masjid megah dan sebagian warga yang tidak terkontaminasi dengan aktivitas menyimpang di kampung tersebut.

"Bandar judi itu juga menyumbang untuk pembangunan masjid. Bahkan mereka membantu saudara atau kerabatnya yang hendak menunaikan ibadah haji. Ya, tentunya pakai uang hasil judi itu," jelasnya.

Namun Salih enggan menyebut bahwa bencana likuifaksi yang baru saja terjadi adalah penghakiman dari Tuhan.

Namun sebagai umat muslim, ia menyadari bencana ini menjadi teguran bagi dirinya dan warga Petobo untuk kembali ke jalan yang benar.

"Cuma dari informasi yang saya dapat, ada beberapa bandar judi dan narkoba yang selamat dari bencana ini,"

"Saat likuifaksi terjadi mereka berada di luar daerah," jelasnya.

sumber : pojoksatu.id

Berita Terkait

Peristiwa

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Peristiwa

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Peristiwa

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Peristiwa

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Peristiwa

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Peristiwa

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan