Mau Minum Saja Diminta KTP dan KK,Derita pengungsi.

- Minggu, 07 Oktober 2018 21:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Mau-Minum-Saja-Diminta-KTP-dan-KK-Derita-pengungsi..jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Pesisirnews.com -  Fakta kondisi pengungsi gempa dan tsunami di Palu dan Donggala diungkap sebuah surat kabar atau koran harian dari Tribun Trimur.

Para pengungsi harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan air minum. Dalam koran tersebut, bertuliskan headline berita "Mau Minum, Pengungsi Dimintai KTP dan KK".

Masa kalau mau ambil air mineral saja harus menyetor KTP atau kartu KK," ujar salah satu pengungsi, Hartini (45) di Lapangan Watulemo, Sabtu (6/10/2018) seperti dilansir dari Tribun Timur.

Hartini menyebutkan, untuk meminta air mineral kemasan gelas dia diwajibkan menyetor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) .

Menurut Hartini, seharusnya petugas bisa berlaku adil atau melihat kondisi ini dengan kaca mata kemanusiaan, bukan cara atau sistem birokrasi berbelit-belit.

"Kami harap pemerintahan atau petugas melihat kami sebagai pengungsi bukan sebagai pengemis atau apa, kita butuh masih mau hidup pak," ungkap Hartini memohon-mohon.

Diceritakan Hartini selaku pengungsi, Rumah Hartini di Kampung Petobo yang tertelan lumpur hingga 10 meter tapi dia tetap diwajibkan membawa KK dan KTP untuk syarat mengambil air menjadikannya miris dan kecewa terhadap pemerintah.

Rumah saya di Petobo dan semua orang tahu di kampung kami terkena tsunami lumpur dan tanah, rumah kami terkubur, masa masih minta KTP," lanjut Hartini menceritakan nasibnya pasca tsunami menerjang perkampungannya.Hartini dan suami, Bernat (50) bersama empat anak hanya selamatkan pakaian di badan, akibat lumpur yang tiba-tiba keluar dari dalam tanah usai gempa.

Curhatan miris Hartini juga dialami oleh warga pengungsi lainnya.

Dalam unggahan Rabbani Herba, seorang penguungsi menuliskan perihal syarat KTP dan KK ini justru mencekiknya.

Pulang aja kamorang (kalian). Kami tak punya KTP dan KK utk ambil sembako.

GALI AJA RUMAHKU! (yg sudah ditenggelamkan gempa dan tsunami)."

Selain susahnya mendapat air mineral, para pengungsi juga berharap bantuan berupa beras, popok bayi, obat-obatan, dan pakaian setidaknya diadakan.

Diketahui, selama para pengungsi di Lapangan Watulemo belum juga melihat wali kota, wakil wali kota dan Gubernur Sulteng mengunjungan pengungsi.

Kata salah satu pengungsi, setidaknya kepala daerah dan pemerintahan di Palu dan Sulteng bisa mendengarkan keluhan para pengungsi usai bencana ini. 

Sumber:glora.co

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi