Terapung 49 Hari, Aldi Teringat Pesan Teman Sebelum Diselamatkan Kru Kapal Berbendera Panama

- Kamis, 27 September 2018 07:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092018/pesisirnews_Terapung-49-Hari--Aldi-Teringat-Pesan-Teman-Sebelum-Diselamatkan-Kru-Kapal-Berbendera-Panama-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Okezone.com
Aldi bertahan dengan makan ikan mentah air laut dan hujan selama 49 hari. Foto: Okezone/KJRI Osaka

Pesisirnews.com - Aldi Novel Adilang (18) warga RT 1, Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, hanyut di lautan sejak 14 Juli sampai 31 Agustus 2018 punya cerita lucu ketika terombang-ambing selama 49 hari di Samudra Pasifik.

Sebelum Aldi ditemukan oleh kapal berbendera Panama, banyak kapal-kapal yang lewat, dari setiap kapal yang lewat Aldi selalu meminta pertolongan, namun sayangnya tidak mendapat respon. Penyebab tidak adanya respon karena Aldi meminta pertolongan lewat Handy Talkie (HT) dengan menggunakan bahasa Indonesia.

"Panggil kapal itu lewat HT, teriak tolong tapi tidak ada respon, mungkin karena beda bahasa," ujar Aldi kepada Okezone sambil tertawa, Rabu (26/9/2018).

Untungnya saat kapal berbendera Panama lewat, Aldi teringat pesan temannya yang mengatakan kalau ada kapal besar lewat teriak saja "Help". Aldi pun menerapkannya dan berhasil. Kapal yang sudah melewati Aldi sekira 1 mil itu akhirnya berbalik arah.

 

Sebelumnya teriakan Aldi tidak mendapat respon karena hanya meneriakkan kata tolong dan melambaikan kaos ke kapal tersebut.

Sampai di atas kapal, bahasa lagi-lagi jadi kendala bagi Aldi untuk berkomunikasi dengan para ABK, sehingga untuk berkomunikasi Aldi hanya menggunakan bahasa isyarat dengan gerakan tangan.

"Mereka pakai bahasa Inggris, saya hanya menggunakan gerakan tangan, dan mereka mengerti," tutur Aldi sembari tertawa kecil.

Sejak diselamatkan pada tanggal 31 Agustus 2018, Aldi masih menempuh perjalanan selama satu minggu menuju Jepang bersama kapal tersebut. Aldi tiba di jepang pada 7 September 2018.

 

Selama seminggu dalam kapal, lagi-lagi bahasa jadi kendala bagi Aldi untuk berkomunikasi. Para ABK yang ingin berbicara dengan Aldi harus menggunakan handphone.

"Masing-masing pegang handphone, jadi kalau bicara karena saya tidak mengerti jadi menggunakan google translate," jelas Aldi.

Sekadar diketahui, Aldi hanyut ke lautan bebas setelah tali tambatan rompong, sejenis rumah rakit di lautan yang digunakan untuk menangkap ikan, putus. Petugas pangkalan dua sempat melakukan tindakan penyelamatan kepada Aldi yang terhanyut.

Namun, karena kencangnya angin selatan yang bertiup waktu itu ditambah dengan tinggi gelombang yang mencapai sekitar 1 meter, membuat petugas penyelamat kesulitan menjangkau Aldi.

Aldi pun hanyut sampai ke perairan Guam selama 49 hari, sebelum akhirnya ditemukan oleh oleh kapal berbendera Panama. Aldi berhasil diselamatkan dan dibawa ke Osaka, Jepang.

Selama hanyut Aldi bertahan selama seminggu dengan bahan makanan yang ada di atas rakit. Selebihnya Aldi terpaksa memancing ikan untuk di makan, minum dari air hujan yang ditampungnya bahkan juga air asin yang disaring menggunakan kaos.

"Bahan makanan yang ada sejak pertama tali putus hanya bertahan seminggu, selanjutnya saya memancing ikan terus, pernah makan ikan mentah, ikan bakar, ikan rebus," ujar Aldi.

Pemuda yang pada 30 September 2018 nanti genap berusia 19 tahun ini akhirnya berhasil diselamatkan dan kini sudah berkumpul kembali bersama keluarganya.

Sumber Okezone.com 

Berita Terkait

Peristiwa

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Peristiwa

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Peristiwa

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Peristiwa

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Peristiwa

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Peristiwa

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan