Hujan es Kotawaringin Timur BMKG jelaskan ini penyebabnya.

Haikal - Rabu, 12 September 2018 09:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092018/pesisirnews_Hujan-es-Kotawaringin-Timur-BMKG-jelaskan-ini-penyebabnya..jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Seorang anak memperlihatkan butiran es setelah terjadi hujan es (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Prib)
Sampit(Kalteng),pesisirnews.com-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun H Asan Sampit, Kalimantan Tengah memberikan penjelasan bahwa hujan es memang bisa terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Selatan."Dari citra satelit, kemungkinan besar memang terjadi hujan es. Saat ini pun potensinya masih ada meski cukup kecil," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun H Asan Sampit, Nur Setiawan di Sampit, Selasa.Nur Setiawan menjelaskan, berdasarkan hasil citra satelit, cuaca Senin (10/9) pukul 17.10 WIB terlihat adanya pumpunan awan cumulonimbus (Cb) yang pekat di Kotawaringin Timur, terutama di Kecamatan Mentaya Hulu.Awan tersebut terlihat tergradasi warna merah muda yang mengindikasikan adanya kristal-kristal es dalam awan   dalam volume yang cukup signifikan. Gambaran citra cuaca tersebut tidak berbeda jauh kondisinya pada pukul 16.00 WIB saat diperkirakan terjadinya hujan es.Hujan es bisa terjadi jika awan Cb tersebut cukup rendah atau dekat dengan permukaan tanah. Akibatnya, saat hujan jatuh menyentuh bumi masih dalam bentuk butiran-butiran es karena tidak sempat berubah wujudnya menjadi air hujan.Wilayah dengan geografis perbukitan seperti di daerah setempat memang berpotensi terjadi hujan es, ujar dia.Hujan dengan butiran es sempat terjadi di Desa Sapiri Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada Senin (10/9) sore, dan menjadi perhatian masyarakat karena fenomena alam itu jarang terjadi.Hujan mulai terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Mentaya Hulu pada Senin (10/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun di Desa Sapiri, hujan yang terjadi tidak hanya berupa air, tetapi juga berupa butiran-butiran es."Untuk kawasan lain, selagi daerah dataran tinggi, ada potensi terjadi hujan es, namun ini sangat jarang terjadi karena sifatnya lokal dan biasanya hanya terjadi dalam waktu singkat, tidak lebih dari 15 menit," kata Nur Setiawan.Ini merupakan hujan es kedua yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, hujan es terjadi di Desa Sebabi Kecamatan Telawang pada Jumat (20/10/2017) yang juga terjadi pada sore hari.Saat itu, Nur Setiawan bersama pejabat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur mendatangi lokasi kejadian hujan es. Mereka mengumpulkan keterangan dan mendokumentasikan tanda-tanda bekas hujan es untuk kepentingan pendataan.Berdasarkan keterangan warga setempat, ternyata di desa itu dulunya juga pernah terjadi hujan es.Hujan es merupakan fenomena alam yang lazim dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Masyarakat hanya diimbau berlindung jika sedang terjadi hujan es agar butiran-butiran es tidak sampai membuat mereka terluka.(Antaranews)  

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi