Pantun Ustaz Somad untuk Sandiaga Uno

- Rabu, 05 September 2018 20:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092018/pesisirnews_-Pantun-Ustaz-Somad-untuk-Sandiaga-Uno.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Pesisirnews.com -- Ustaz Abdul Somad memberikan pantun nasehat kepada Sandiaga Salahuddin Uno saat prosesi adat "Tepuk Tepung Tawar" di Balat Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Selasa sore.

"Manusia boleh buat tipu daya, Apalah susah bermain kata, apalagi bermain citra. Tapi ada yang maha kuasa, bila dia berkehendak semua nyata. Detak jantungmu dalam kuasanya, bila Dia katakan kun kaupun sirna," ujarnya yang bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara ini.

Pantun darinya juga mengangkat masalah pekerja Indonesia yang berada di luar negeri. Bunyinya "Pahlawan devisa negara meninggalkan sanak saudara, hanya mencari pelepas dahaga. Negeri kaya tiada terkira, mengapa tiada dibina serta. Akhirnya apa yang terkata, menjadi kuli di rumah saudara, mereka tiada hina."

Tidak hanya pantun serius, ustaz yang sering disapa UAS ini juga memberikan pantun jenaka. Dia mengatakan "Anambas di tengah samudera, pipa gas di pelupuk mata. Untaian zamrud khatulistiwa, budak melayu duduk menyapa. HP mahal tiada berguna tak ada signal kata mereka."

Pantun jenaka lainnya diungkapkannya membalas Ketua Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu Riau, Syahril Abu Bakar. Sebelumnya Syahril mengibaratkan UAS dan Sandiaga Uno bagaikan mentari dan rembulan.

"Kata Datuk Syahril Abu Bakar, dia dikirimkan mentari dan bulan purnama. Entah siapa mentari siapa purnama, akulah agaknya purnama karena gelap gulita," sebutnya diiringi derai tawa pendengar.

Lebih lanjut UAS memberi pantun nasehat kepada Sandiaga Uno tentang amanah yang diberikan Tuhan. Diungkapkannya pantun berbunyi "Kalau mentari duduk di istana tentulah kaki akan melangkah. Kalau Allah titipkan kuasa, jangan angkuh semena-mena. Kalau Allah titipkan kuasa kaya dan miskin dipandang sama. Kalau Allah tutipkan kuasa, cerdik mulia bodoh dibina. Kalau Allah titipkan kuasa jangan asyik bersolek rupa. Kalau Allah titipkan kuasa padi disemai dipetik serta. Kalau Allah titip kuasa bagilah minyak itu merata-rata".

Prosesi tepuk tepung tawar tersebut dihadiri Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Al Azhar, Ketua DPH LAM Datuk Syahril Abu Bakar, dua Mantan Gubernur Riau Saleh Djasit dan Wan Abu Bakar. Ada juga Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani dan Anggota DPR RI asal Riau Eddy Tanjung dan Sayyed Abu Bakar.

Dalam prosesi ini Sandiaga Uno duduk di bangku layaknya pelaminan yang kemudian diolesi telapak tangannya dengan bedak ramuan. Kemudian Sandi ditabur oleh masing-masing datuk tersebut termasuk Ustaz Abdul Somad.

Sumber Antara/Republika.co.id 

Berita Terkait

Peristiwa

Polsek Tempuling Gelar KRYD, Antisipasi Premanisme dan Gangguan Kamtibmas

Peristiwa

Sekda Tantawi Jauhari Ajak ASN Hadiri Doa Akhir Tahun Hijriah, Tekankan Percepatan APBD 2027

Peristiwa

Milad ke-61 Inhil Jadi Momentum Bangkitkan Marwah dan Perkuat Sinergi Pembangunan

Peristiwa

Malam Puncak Milad ke-61 Inhil Meriah, Ribuan Warga Larut dalam Sukacita Pesta Rakyat

Peristiwa

Polsek Mandah Koordinasi dengan Masyarakat Desa Bente Siapkan Lahan Penanaman Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan

Peristiwa

Polsek Tembilahan Hulu Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga