Detik-detik Densus 88 Sergap 2 Penembak Polisi, Dor! Dor!

- Selasa, 04 September 2018 12:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092018/pesisirnews_Detik-detik-Densus-88-Sergap-2-Penembak-Polisi--Dor--Dor-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Jpnn.com

Pesisirnews.com - Densus 88 Antiteror melesatkan peluru ke arah Rajendra Sulistiyanto dan Ica Ardebaron, terduga teroris yang menembak dua polisi di jalan Tol Cipali.

Kedua buronan itu ditembak di gubuk tengah sawah atau tepatnya di belakang bekas kandang ayam Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Senin (3/9) sekitar pukul 09.30.

Rajendra Sulistiyanto merupakan warga Kelurahan Harjamukti, RT 05 RW 01, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat. Ica Ardebaron, warga Blok Cilimus, RT 05 RW 01, Kelurahan Suniabaru, Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Salah satu saksi mata, Makdum,31, menuturkan, sekitar pukul 09.00 ada sekelompok orang yang mengendarai mobil datang ke lokasi kandang ayam. Mereka langsung menangkap empat orang yang berada di lokasi tersebut. Namun, dua diantaranya ditembak karena sepertinya hendak melawan.

"Yang gerebek sepertinya polisi, soalnya bawa senjata. Mereka datang secara tiba-tiba. Dua orang ditembak. Dan dua lainnya tidak," kata warga Desa Marga Ayu, Kecamatan Margasari saat ditemui di tempat kejadian perkara.

Menurut Makdum, mereka langsung dibawa pergi. Sekelompok orang yang bersenjata itu gerakannya sangat cepat dan lincah. "Penangkapannya kilat. Cepat sekali," ucapnya.

Warga lainnya yang melihat penangkapan itu, Eko, mengatakan hal senada. Menurut dia, ada banyak polisi tak berseragam mendatangi tempat persembunyian para pelaku. "Banyak (polisinya). Tidak pakai seragam," kata Eko sembari menunjuk sebuah gubuk yang jadi lokasi penyergapan.

Gubuk yang dimaksud petani bawang tersebut berada di areal pesawahan. Lokasinya jauh dari pemuki man warga dan hanya bisa diakses melalui jalan setapak di pinggir rel kereta api (KA) dari sebuah peternakan atau kandang ayam.

Sejumlah pekerja di peternakan itu juga membenarkan adanya sejumlah polisi yang mendatangi peternakan kendati mengaku tak mengetahui adanya penyergapan.

"Saya diminta tidak keluar (dari peternakan), jadi tidak tahu ada apa," kata seorang pekerja yang enggan menyebutkan namanya. Menurut dia, polisi yang menggunakan sejumlah mobil sudah mendatangi peternakan sejak Minggu (2/9) malam.

Rajendra alias RS diketahui melakukan dua serangan terhadap anggota polisi. Senin (20/8) Rajendra berboncengan dengan seorang temannya menyerang Brigadir Angga Dwi Turanga dan merampas senjatanya. Lalu, dua petugas polisi Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana ditembak saat partoli di Jalan Tol kanci-Pejagan oleh Rajendra Jumat (28/8).

Rajendra juga diketahui menantu dari Ahmad Surya, terduga teroris yang sebulan sebelumnya ditan gkap. Karena itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat menduga Rajendra ini melakukan aksi teror karena dendam.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan bahwa sebelum penangkapan terhadap RS, sebenarnya merupakan rangkaian terakhir. Awalnya sete lah perampasan dan penembakan dua anggota di Jalan Tol Kanci-Pejagan, Densus 88 melakukan peyelidikan dan menangkap dua terduga teroris berinial C dan G Minggu (2/9). "Keduanya membantu aksi teror yang dilakukan RS, H, I dan U," tuturnya.

Selanjutnya, penangkapan dilakukan Senin pagi (3/9), pukul 09.30, terhadap RS dan IA. Dalam proses penangkapan itu, terjadi perlawanan dari keduanya. Mereka diketahui membawa senjata api rampasan jenis Revolver. "Keduanya akhirnya tertembak petugas dan meninggal dunia, senjata apinya berhasil disita," paparnya. 

Sumber Jpnn.com 

Berita Terkait

Peristiwa

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Peristiwa

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Peristiwa

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Peristiwa

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Peristiwa

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Peristiwa

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan