Tembilahan, Pesisirnews.com - Ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Inhil menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Inhil, menuntut solusi permasalahan harga kelapa saat yang ini mengalami penurunan.
Dalam tuntutannya, masa aksi meminta pemerintah untuk mencari solusi jangka pendek dalam permasalahan harga kelapa yang mengalami penurunan di saat memasuki bulan puasa, apabila gagal, agar pemerintah menurunkan biaya pendidikan bagi para anak petani dan yang terakhir, meminta pemerintah membuat regulasi tentang Badan Usaha Milik Desa dan Badan Usaha Milik daerah yang khusus mengolah hasil turunan kelapa.
Dalam aksi yang sempat memanas itu, anggota DPRD Inhil akhirnya melunak untuk pengunaan ruang rapat paripurna, yang awalnya audensi digelar di ruang Banggar.
Pjs Bupati Inhil dalam audensi mengatakan permasalahan turunnya harga kelapa saat ini, imbas dari turunnya harga kelapa di Pasar Dunia. Tidak hanya itu dijelaskannya, negara-negara yang menjadi tujuan pasar hasil kelapa Kabupaten Indragiri Hilir juga memasuki masa panen.
"Penampung kelapa dai malaysia dan thailand juga memasuki masa panen," katanya.
Selain itu katanya, menyikapi harga kelapa, Pemerintah daerah sebenarnya telah membuat tiga Perda, seperti Perda Tata Niaga, Resi Gudang serta Bumdes.
"Sekarang perlu izin atau persetujuan dari menteri Perdagangan, proses administrasi yang dilaksanakan, ini akan dirancang, apa perlu adanya juga UPT untuk kontrol resi gudang," tandasnya.
Dalam aksinya, para demonstran juga turut membakar tiga foto Paslon Bupati dan Wakil Bupati, dalam menepis Isu kepentingan politik dalam aksi Bela Rakyat ini.(***).