Akhir nya kesepakatan bersama,harimau yang memangsa manusia akan di lumpuhkan.

Haikal - Rabu, 14 Maret 2018 18:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir032018/pesisirnews_Akhir-nya-kesepakatan-bersama-harimau-yang-memangsa-manusia-akan-di-lumpuhkan..jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Tembilahan,Penyelesaian konflik harimau dengan warga Sinar Danau Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, menyepakati usulan Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H., untuk membentuk Tim Terpadu yang terdiri dari Personel Polri, TNI, Pemda (BPBD), BBKSDA dan masyarakat tempatan. Keputusan itu diambil dalam sebuah pertemuan yang dipimpin oleh PJS Bupati Indragiri Hilir H. Rudyanto, S.H., M.Si, dan dihadiri oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., Kasdim 0314/Indragiri Hilir Mayor Inf. Suratno, Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Manejer SSL PT. THIP Sahri Abdullah, forkompimcam Pelangiran dan masyarakat Sinar Danau Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang yang dipimpin Kepala Desanya, Abu Nawas, Rabu, 14/3/2018.

Pertemuan tersebut sengaja dirancang, untuk mencari solusi terkait konflik yang terjadi, antara warga Sinar Danau Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang dengan hewan buas Harimau. Konflik tersebut telah menyebabkan jatuh korban manusia dengan rincian 1 orang luka kena cakar harimau dan 2 orang meninggal dunia. Menurut Kadus Simpang Kanan, Arief, kondisi psikologis warga, sangat terganggu dan ketakutan, kalau khawatir, ada lagi serangan binatang buas itu, sehingga tidak bisa bekerja untuk memenuhi kehidupannya sehari - hari. Harimau tersebut, masih terlihat di wilayah mereka.

Sebelumnya, PJS. Bupati mengatakan bahwa pertemuan ini adalah untuk mencari solusi terbaik dimana manusia bisa kembali beraktifitas dan hewan yang termasuk dalam kondisi kritis tersebut bisa diselamatkan dan dievakuasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBKSDA, mengatakan perilaku harimau tersebut sudah diamati BKSD bersama WWF, sejak tahun 2017. Kegiatan observasi yang didukung penuh oleh Polres Indragiri Hilir dan pihak terkait, termasuk mengamati perilaku khusus hewan yang diduga menjadi tersangka, dan dinamai Bonita. Perilaku Bonita sudah menyimpang, berbeda dengan perilaku harimau pada umumnya.

Pelaksanan observasi dan evakuasi itu, saat ini sudah masuk pada tahap ketiga. Tahap pertama hanya dengan box trap dan umpan. Tahap kedua umpan sudah ditambah dengan obat bius yang dipasang pada umpan. Kedua tahap ini belum memberikan hasil yang signifikan. Sedangkan pada tahap ketiga, tim dilengkapi dengan peluru tajam untuk melumpuhkan. Untuk itu, Kepala BBKSDA minta bantuan sniper dari Polri dan TNI, untuk melakukan penembakan.

Diakhir pertemuan, disepakati bahwa Posko Siaga itu, yang dilengkapi dengan penembak jitu, akan langsung bekerja. Semoga dengan opsi ini, konflik manusia dengan harimau di Sinar Danau Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang, bisa teratasi.(***)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Bercerai dari Gading Marten Inilah 6 Sumber Uang Gisella Anastasia

Peristiwa

Apa yang Paling Ditakuti dari Reuni 212?

Peristiwa

Tak Ada Kata Maaf, Angel Lelga Bongkar Aksi Penipuan Vicky Prasetyo, Adik & Mertua Nangis Minta Maaf

Peristiwa

Bahar Bin Smith Tolak Minta Maaf ke Jokowi

Peristiwa

Mantan Presiden Amerika Serikat Meninggal Dunia Pada Usia 94 Tahun

Peristiwa

Resmi Dijual Nih, Honda PCX Listrik Lebih Juara Dari Mesin Bensin