Penampakan Harimau Sumatera, Tim Gabungan Polsek Pelangiran dan BKSDA Riau Hanya Berjarak 3 Meter

- Selasa, 20 Februari 2018 23:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022018/pesisirnews_Penampakan-Harimau-Sumatera--Tim-Gabungan-Polsek-Pelangiran-dan-BKSDA-Riau-Hanya-Berjarak-3-Meter-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Inhil, Pesisirnews.com - Tim Gabungan dari Polsek Pelangiran dan BKSDA Provinsi Riau, berhadapan secara langsung dengan harimau, di Hutan Green Belt di Seberang Blok 68 Kebun Tembusu, Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir. Hal itu dikatakan Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kaposek Pelangiran IPTU M. Rafi, via sambungan telpon, Selasa malam, 20/2/2018.

Lebih jauh IPTU Rafi menceritakan bahwa Selasa pagi, sekira pukul 08.00 WIB, Tim yang terdiri dari AIPTU Alwis dan BRIGADIR Kopri Naldi, beserta 7 anggota Tim dari BKSDA Provinsi Riau, yang dipimpin oleh Tommy P. Sinambela, bergerak ke Hutan Green Belt Seberang Blok 68 Kebun Tembusu PT. THIP, dengan tujuan, untuk memastikan info dari karyawan PT. THIP, bahwa hari Senin, 19/2/2018, mereka telah melihat seekor harimau, di lokasi tersebut. Sudah sebulan lebih, Tim Gabungan berada di lokasi, untuk mengatasi konflik yang terjadi antara harimau dan manusia. Konflik itu bahkan sudah menimbulkan korban jiwa. Tim ini juga ditugaskan untuk mengevakuasi si Raja Hutan, ke daerah suaka yang lebih aman.

Setelah menyusuri hutan, sekira 40 meter dari tepi kanal, Tim menemukan bekas cakar dan jejak harimau, yang masih baru. Tak lama kemudian, yang punya jejak pun menampakan diri. Kengerian langsung menyelimuti anggota Tim. Walau dalam Tim ada 2 orang anggota Polisi, yang bersenjata, namun menembak binatang buas tersebut, bukan pilihan terbaik. Tak ingin disakiti namun tak pula ingin menyakiti hewan itu, Tim hanya bisa berdiam diri, dan tidak melakukan gerakan yang bisa memicu adrenalin harimau itu untuk berburu. Sambil terus berdoa, anggota Tim terus bersiap, untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Waktu terasa berjalan sangat lambat. Setelah mengelilingi Tim, selama hampir 2 jam, dengan jarak terdekat hampir 3 meter, bahkan dalam posisi siap menyerang, akhirnya harimau tersebut, menghilang di kerimbunan hutan. Bantuan dari Personel lain, akhirnya sampai di lokasi, sehingga semua anggota Tim, bisa selamat, kembali ke kamp.

Kapolsek mengatakan bahwa walau sudah bertemu dengan kucing besar, yang mengancam keselamatan mereka, namun Tim tetap bertekad dan mohon doa dari masyarakat, agar konflik harimau dengan manusia ini, bisa selesai dengan baik, sehingga tidak ada lagi korban, baik dari masyarakat, petugas maupun dari hewan yang dilindungi tersebut.(rls/rd). 

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi