Kartu Kuning Jokowi, Puan Maharani Tantang BEM UI

Haikal - Minggu, 04 Februari 2018 19:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022018/pesisirnews_Kartu-Kuning-Jokowi--Puan-Maharani-Tantang-BEM-UI.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

JAKARTA – Kartu kuning Jokowi yang diberikan Ketua BEM UI Zaadith Taqwa terus menuai pro-kontra. Terbaru, tantangan datang salah satu anak buah Presiden.

Usai peristiwa tersebut, Jokowi menyampaiakan berencana mengajak pengurus Ketua BEM UI dan para pengurusnya datang ke Asmat, Papua.

Tujuannya, agar mahasiswa itu ikut melihat dan menyaksikan sendiri kondisi yang ada disana.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani pun mendukung ide Jokowi tersebut.

Ia menlai, ada baiknya para mahasiswa melihat datang dan melihat langsung kondisi di Asmat.

Selain itu, juga bisa melihat upaya yang sudah dilakukan pemerintah ketimbang sekedar melontarkan kritik.

"Jadi seperti presiden sampaikan mungkin ada baiknya juga teman-teman BEM ini melihat langsung wilayah-wilayah tersebut," ujarnya di Wisma Atlet, Sunter, Jakarta, Minggu (4/2).

Puan menegaskan, BEM UI harus melihat banyak persoalan di Indonesia yang penanganannya tidak bisa dikerjakan sendiri, termasuk di Asmat.

"Silakan saja lihat ke Asmat, kita sudah bergotong-royong datang ke sana," bebernya.

Sejauh ini, lanjutnya, tim-tim dari kementerian, lembaga, Polri dan TNI tengah terjun ke daerah di timur Indonesia itu.

Puan juga mengaku sudah mengoordinasikan agar tindakan penanganan gizi buruk di kabupaten tersebut bisa bersinergi.

"90 persen negara sudah hadir di sana dengan semua kementerian dan lembaga datang ke sana memperbaiki jalan, jembatan rakyat dan lain-lain," jelasnya.

Namun yang menjadi fokus negara selain memperbaiki gizi buruk yakni mengubah gaya hidup, perilaku dari masyarakat di sana untuk hidup sehat dan menjaga kebersihan.

Panglima TNI: KLB Campak dan Gizi Buruk Asmat Selesai!

"Jadi kita buatkan sanitasi atau air bersih yang ada di sana untuk bisa memperbaiki pola hidup mereka. Semua kememterian lembaga datang ke sana bukan hanya datang kemudian ditinggal," tukas Puan.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya mendapat 'kartu kuning' dari Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa.

Zaadit Taqwa sendiri tercatat sebagai mahasiswa aktif dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Hal itu terjadi sesaat usai Jokowi menuntaskan sambutannya di podium dalam Dies Natalis ke-68 UI Depok, Jumat (2/2/2018) siang.

Jokowi sendiri diundang untuk meresmikan sebuah forum inisiatif UI dengan nama Forum Kebangsaan.

Atas aksinya itu, Zaadit lantas diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) karena meniup pluit dan mengacungkan 'kartu kuning' kepada Jokowi.

Sementara di luar ruangan, tepatnya di depan stasiun UI, aliansi gerakan mahasiswa UI mengadakan aksi kreatif.

Aksi kreatif dikemas dalam bentuk freeze mob dengan membawa berbagai sign dan terdapat simbolik meniup peluit dengan disertai pemberian kartu kuning.

Maksud dari gerakan freeze mob adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui fakta-fakta yang tertulis.

Diantaranya mengenai isu gizi buruk yang menimpa anak-anak di Asmat, Papua, isu penghidupan kembali dwifungsi TNI-Polri dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa.

(pojoksatu)

Berita Terkait

Peristiwa

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Peristiwa

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Peristiwa

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Peristiwa

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Peristiwa

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Peristiwa

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan