9 Fakta Brimob Tembak Mahasiswa di Depan Calon Istri Hingga Tewas

- Sabtu, 20 Januari 2018 16:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir012018/pesisirnews_-9-Fakta-Brimob-Tembak-Mahasiswa-di-Depan-Calon-Istri-Hingga-Tewas.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Tkp/Pojoksatu.id

Pesisirnews.com - Oknum brimob Kelapa Dua Depok, Briptu Achmad Ridhoi Sayidas Suhur (27), ribut dengan mahasiswa Bogor, Fernando Alan Josua Wowor (26).

Keributan terjadi di depan tempat hiburan malam (THM) di Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu (20/1) sekitar pukul 02.00 WIB.

Akibat kejadian itu, Fernando, mahasiswa asal Babakan Madang, Kabupaten Bogor Jawa Barat, tewas.

Kabid Kum Polda Jabar, Kombes Pol Bagus Pramono membeberkan kronologi penembakan terhadap mahasiswa Bogor itu.

"Kejadian ini terjadi menjelang Subuh di sebuah tempat parkiran, bukan tempat hiburan malam, berjarak sekitar 50 meter. Fernando ditembak seorang anggota Brimob Kelapa Dua Briptu R yang tengah malam bersama calon istrinya terlibat percekcokan dengan korban," ucap Bagus Pramono.

Berikut 9 fakta brimob tembak mahasiswa di Bogor hingga tewas:

1. Ribut Pukul 02.00 WIBOknum brimob Achmad Ridhoi ribut dengan Fernando dan tiga temannya di parkiran Club Lips Jl Sukasari I No 5A, Kel Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu 20 Januari 2018 sekitar pukul 02.00 WIB.

2. Berpapasan di Tempat ParkirFernando Alan bersama dengan 3 temannya akan masuk di parkiran Lipps Club Bogor. Mereka berpapasan dengan sepeda motor yang mau keluar dari lokasi yang dikendarai Briptu Achmad Ridho bersama calon istrinya.

3. Tidak Ada yang Mau MengalahKedua belah pihak tidak yang mau mengalah saat berpapasan di tempat parkir. Fernando Alan beserta teman-temannya keluar dari mobil, selanjutnya terjadi cek-cok mulut.

4. Fernando Hajar Briptu Achmad RidhoSetelah cekcok mulut, Fernando Alan bersama teman-temannya menghajar Briptu Achmad Ridho. Anggota Brimob itu berupaya mengeluarkan senjata api yan dibawanya.

5. Rebut Senjata, Kena TembakFernando berusaha merebut pistol milik Briptu Achmad Ridho. Tidak lama kemudian terdengar suara letusan yang mengenai dada Fernando Alan. Mengetahui hal tersebut, teman-teman Fernando Alan mengeroyok Briptu Achmad Ridho.

6. Fernando Meninggal di RS VaniaFernando Alan dibawa ke ke Rumah Sakit Vania, Jl. Siliwangi Bogor untuk dilakukan pertolongan secara medis. Namun setibanya di RS Vania, korban sudah meninggal dunia.

7. Briptu Ridho Kritis di RS Polri Kramat JatiAnggota Brimob Briptu Achmad Ridho dibawa ke RS PMI Bogor karena menderita luka kepala, wajah, bibir dan tangan kiri. Namun karena butuh penanganan yang lebih baik, selanjutnya dirujuk ke RS Polri Kramat Jati.

8. Identitas Mahasiswa Bogor, FernandoNama: Fernando Alan Josua WoworTempat dan tanggal lahir: Tiomohon, 01 Desember 1992Pekerjaan: MahasiswaAgama: KristenAlamat: Babakan Madang, Bogor, Jawa BaratAsal Daerah: Kelurahan Talete Satu Lingkungan V Rt. 00/ 00 Desa Talete Satu Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.

9. Identitas Briptu Ridho:Nama: Briptu Achmad Ridhoi Sayidas SuhurTempat Tanggal Lahir: Jombang, 24 Oktober 1991Pekerjaan: Kepolisian RIAgama: IslamAlamat: Kp. Ks Tubun Rt. 007/ 009 Kelurahan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Sumber Pojoksatu.id

Berita Terkait

Peristiwa

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Peristiwa

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Peristiwa

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda

Peristiwa

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Peristiwa

Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah (E. S) , Tim Forensik Lakukan Autopsi

Peristiwa

Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Tetap Tenang, Peristiwa E.S Didalami Secara Profesional dan Transparan