Harimau mengamuk satu orang meninggal dunia

Haikal - Kamis, 04 Januari 2018 01:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir012018/pesisirnews_Harimau-mengamuk-satu-orang-meninggal-dunia.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Indragiri hilir,Nasib nahas menimpa Jumiati (33 tahun). Karyawan Eboni Estate PT. THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, menjadi korban keganasan harimau, saat berkerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State PT. THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu, 3/1/2017, sekira pukul 10.00 WIB. Akibat terkaman si belang tersebut, perempuan malang itu, meninggal dunia di TKP.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, S.I.K, M.H, melalui Kapolsek Pelangiran IPTU Muhammad Rafi, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Bermula saat tiga orang karyawati Eboni Estate, masing - masing, korban Jumiati dan 2 orang rekannya Yusmawati (33 tahun) dan Fitriyanti (40 tahun), sedang melakukan pendataan pohon sawit yang terserang hama ganoderma. Saat asyik bekerja, tiba - tiba seekor harimau menampakan diri. Terkejut dengan kehadiran binatang buas itu, ketiga karyawati tersebut, berusaha menghindar dan meninggalkan lokasi keberadaan harimau. Setelah berjarak lebih kurang 200 meter, hewan itu kemudian menghilang. Buru - buru mereka mencoba berlari menyelamatkan diri. Namun tiba - tiba, dari arah depan harimau itu kembali muncul. Jumiati dan kedua rekannya, mencoba menyelamatkan diri dengan memanjat pohon sawit berbeda. Karena ketakutan, Fitriyanti terjatuh kedalam lumpur dan langsung berhadapan dengan harimau. Tak disangka, harimau itu malah berlari dan melompati korban Jumiati, yang ada di atas pohon sawit. Kaki korban berhasil digigit, sehingga Jumiati terjatuh. Setelah bergumul selama 15 menit, harimau tersebut, berhasil mencengkeram bagian belakang leher korban dan selanjutnya memakan paha korban. Akibatnya korban meninggal dunia di TKP.

Sekira pukul 12.00 WIB, Kapolsek Pelangiran mendapat informasi tentang kejadian yang mengerikan tersebut. Personel Polsek langsung bergerak ke TKP. Lokasi TKP yang jauh, menyebabkan Tim baru sampai di TKP sekira pukul 18.00 WIB. Saat Tim sampai di lokasi, si Raja Hutan itu, tak lagi berada di TKP. Proses evakuasi kemudian langsung dilakukan.

Jenazah korban dibawa ke rumah duka di Perumahan Eboni Estate PT. THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah korban kemudian diberangkatkan ke Dusun III Desa Sidomulyo Kecamatan Balai Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara, untuk dimakamkan disana.(rls humas polres inhil)

Berita Terkait

Peristiwa

Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan

Peristiwa

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Peristiwa

Satlantas Polres Inhil Gelar Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar dan Kondusif

Peristiwa

Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman Karhutla di Dua Lokasi di Inhil

Peristiwa

Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Api Berhasil Dikendalikan

Peristiwa

Kapolres Inhil Gelar Apel Pergeseran 150 Personel Menuju Kuala Selat dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi